Unib Inisiasi PPDS Obsgyn, Perkuat Layanan Dokter Spesialis di Bengkulu

0
65

Bengkulu, Spoiler.id – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu (Unib) menginisiasi pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn) sebagai upaya menjawab kebutuhan mendesak tenaga medis spesialis di Provinsi Bengkulu. Program tersebut direncanakan mulai menerima mahasiswa baru pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Sebagai tahapan pendirian program studi, FKIK Unib telah menjalani Visitasi Evaluasi Lapangan oleh Tim Asesor pada Jumat (9/1/2026). Visitasi ini menjadi penilaian penting terhadap kesiapan akademik, ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

Tim Asesor terdiri atas Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SPPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP dan Prof. Dr. dr. Wiryawan Permadi, Sp.OG(K). Rapat evaluasi administrasi berlangsung di Gedung FKIK Unib dan dihadiri Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Kamaludin, S.E., MM, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Dr. Yulian Fauzi, S.Si., M.Si., serta pimpinan lembaga di lingkungan Unib.

Hadir pula Dekan FKIK Unib dr. Rosaria Indah, M.Sc., Ph.D. bersama para wakil dekan dan jajaran tenaga kependidikan FKIK Unib.

Dukungan terhadap pendirian PPDS Obsgyn FKIK Unib juga datang dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan diwakili Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Drs. Khairil Anwar, M.Si. yang hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM, Direktur RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, serta pimpinan sejumlah rumah sakit jejaring.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengatakan pembukaan PPDS Obsgyn merupakan langkah strategis dalam menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis, khususnya di Provinsi Bengkulu dan wilayah Sumatera bagian selatan.

“Seluruh pimpinan Unib memberikan dukungan penuh. Kami berkomitmen memenuhi seluruh standar kelayakan yang dipersyaratkan agar pada semester ganjil 2026 PPDS Obsgyn FKIK Unib dapat menerima mahasiswa baru,” kata Indra.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor Prof. Ari Fahrial Syam menilai dukungan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terhadap pendirian PPDS Obsgyn FKIK Unib sangat kuat. Ia juga menilai ketersediaan sumber daya manusia serta fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu telah memadai.

“Dengan dukungan yang ada, FKIK Unib dinilai siap menerima mahasiswa pada semester mendatang,” ujarnya. Ia juga mendorong Unib untuk mengembangkan program pendidikan dokter spesialis lainnya guna memperkuat layanan kesehatan di Bengkulu.

Rangkaian visitasi ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Evaluasi Lapangan serta Perjanjian Kerja Sama pendirian PPDS Obsgyn antara Tim Asesor dan Rektor Unib. Langkah ini menjadi tonggak awal penyelenggaraan program dokter spesialis pertama di Provinsi Bengkulu sekaligus memperkuat peran Unib dalam pembangunan sektor kesehatan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here