Indonesia Siap Mediasi Konflik Iran-AS, Prabowo Bersedia ke Teheran

0
34

Jakarta, Spoiler.id – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog dan melakukan mediasi langsung guna meredam eskalasi militer di kawasan Timur Tengah menyusul memanasnya situasi pascakebuntuan perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui pernyataan resmi di akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyebut Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua pihak menyetujui langkah mediasi tersebut.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis Kemlu RI.

Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Kebuntuan tersebut dinilai memicu eskalasi militer di kawasan, termasuk aksi saling serang antara Israel dan Iran pada Sabtu pagi.

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia menyerukan seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian sengketa melalui cara-cara damai guna mencegah dampak lebih luas terhadap stabilitas global.

Imbauan untuk WNI

Di tengah meningkatnya ketegangan, Kemlu RI juga mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik.

“WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat,” tulis Kemlu RI.

Sebelumnya, perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa mengalami kebuntuan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta seluruh warga Amerika yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.

“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi,” kata Rubio, sebagaimana dilaporkan.

Pasca kebuntuan tersebut, ketegangan meningkat dengan terjadinya aksi saling serang antara Israel dan Iran. Serangan rudal dilaporkan menghantam Teheran pada Sabtu pagi, yang kemudian memicu ancaman serangan balasan dari pihak Iran.

Indonesia berharap jalur diplomasi dapat segera ditempuh guna mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga perdamaian dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here