Praktisi Hukum Bengkulu Achmad Tarmizi Gumay Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran

0
32

Bengkulu, Spoiler.id – Praktisi hukum Provinsi Bengkulu, Achmad Tarmizi Gumay, menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita yang menjadi agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran, Gumay menilai Asta Cita merupakan arah kebijakan strategis dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Program tersebut diyakini sebagai manifestasi dari cita-cita pembangunan nasional yang berpihak kepada rakyat sekaligus memperkuat stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan negara.

“Asta Cita merupakan landasan strategis pembangunan nasional yang sangat penting. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur, serta memperkuat stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan negara,” kata Achmad Tarmizi Gumay di Bengkulu, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, istilah Asta Cita berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “Asta” yang berarti delapan dan “Cita” yang berarti tujuan atau cita-cita. Secara harfiah, Asta Cita dapat dimaknai sebagai delapan tujuan atau delapan cita-cita yang menjadi arah pembangunan nasional.

Menurut Gumay, program tersebut juga menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia.

“Program Asta Cita ini tidak hanya menjadi visi pemerintahan, tetapi juga menjadi momentum lompatan besar menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa ini genap berusia 100 tahun kemerdekaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara garis besar Asta Cita memuat sejumlah agenda strategis nasional, di antaranya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM), serta memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, Asta Cita juga menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air, pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, serta ekonomi biru.

“Program ini juga menekankan peningkatan kualitas lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata dia.

Tidak hanya itu, agenda Asta Cita juga mencakup penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, sains, dan teknologi, serta mendorong kesetaraan gender dan peran aktif pemuda serta penyandang disabilitas dalam pembangunan.

Gumay menilai keberlanjutan program hilirisasi dan industrialisasi juga menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

“Asta Cita juga menempatkan pembangunan desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan upaya pemberantasan kemiskinan. Ini sangat penting agar pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Di sisi lain, Asta Cita turut menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, lingkungan, alam, dan budaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Kami sebagai praktisi hukum tentu mendukung penuh program Asta Cita, karena di dalamnya terdapat agenda penguatan reformasi hukum dan birokrasi yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Gumay.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here