Harga Sawit Bengkulu Turun, Pemprov Minta Transparansi dan Lindungi Kepentingan Petani

0
47

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani terkait turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala dinas yang membidangi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan kabupaten/kota, Jumat (22/5).

Rapat yang berlangsung secara daring dari Kantor Gubernur Bengkulu itu dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dengan fokus utama memberikan kepastian, ketenangan, dan pemahaman kepada masyarakat, khususnya petani sawit di Bengkulu terkait dinamika harga TBS.

Mian mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa kebijakan pemerintah bertujuan melindungi kepentingan petani dan mendorong tata kelola industri sawit yang lebih transparan.

“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat,” kata Mian.

Ia menyebut penyebab turunnya harga sawit di wilayah Sumatra, termasuk Bengkulu, masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Karena itu, seluruh kepala dinas di kabupaten/kota diminta turun langsung ke pabrik kelapa sawit untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan harga di tingkat petani.

“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” ujarnya.

Menurut Mian, pemerintah pusat melalui kebijakan yang diterapkan juga berupaya menjaga keberlangsungan ekonomi nasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap petani sawit.

“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi juga akan turun langsung menemui masyarakat dan petani sawit guna memberikan penjelasan terkait kondisi harga sawit yang terjadi saat ini.

“Menindaklanjuti arahan gubernur, nanti saya akan turun langsung ke masyarakat dan petani sawit untuk memberikan pemahaman yang didorong oleh pemerintah provinsi,” kata Mian.

Saat ini, harga ketetapan TBS kelapa sawit di Bengkulu berada pada kisaran Rp3.465 per kilogram. Namun, dalam beberapa hari terakhir, petani di sejumlah kabupaten mengeluhkan penurunan harga yang dinilai cukup tajam baik di tingkat pabrik maupun pengepul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here