dr. Aisyah Dahlan Kenalkan Pendekatan Neuroscience dalam Pola Asuh Anak di Bengkulu

0
11

Bengkulu, Spoiler.id – Seminar parenting bersama Aisyah Dahlan digelar di Ruang Krakatau Ballroom Grage Hotel Bengkulu, Kamis (21/5/2026), dengan mengangkat tema “Healing Orang Tua, Menyelamatkan Masa Depan Anak, Mengasuh Luka dengan Pendekatan Neuroscience”.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Jam’iyyah SD Islam Al-Azhar 51 Kota Bengkulu itu diikuti kepala sekolah, guru, wali murid, serta peserta umum dengan total ratusan peserta.

Peserta seminar terdiri atas jajaran kepala sekolah dan guru Yayasan Jam’iyyah SD Islam Al-Azhar 51 Kota Bengkulu, sekitar 100 wali murid, serta sekitar 200 peserta umum yang mengikuti kegiatan melalui sistem tiket.

Seminar dimulai sejak pagi dengan agenda registrasi peserta, pembukaan, sambutan panitia dan kepala sekolah, penyampaian materi oleh dr. Aisyah Dahlan, sesi diskusi dan tanya jawab, penyerahan cenderamata, hingga penutupan kegiatan.

Dalam paparannya, dr. Aisyah Dahlan menekankan pentingnya pemulihan emosional orang tua atau healing sebagai langkah awal membangun pola asuh yang sehat bagi anak.

“Healing orang tua penting karena pengalaman emosional masa lalu sering memengaruhi cara seseorang mengasuh anak. Jika orang tua memahami dirinya, maka pola asuh yang dibangun akan lebih sehat dan berdampak positif bagi masa depan anak,” ujar Aisyah dalam seminar tersebut.

Ia menjelaskan pendekatan neuroscience atau ilmu saraf dapat membantu orang tua memahami cara kerja otak dalam mengelola emosi dan respons perilaku, termasuk dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan keluarga.

Materi seminar membahas sejumlah aspek penting, di antaranya cara kerja otak dalam mengelola emosi, mengenali emosi di dalam diri, memahami kesehatan mental pribadi, hubungan pengalaman masa lalu terhadap pola asuh, hingga strategi mengontrol emosi secara sadar.

Menurut Aisyah, pemahaman mengenai kesehatan mental dan pengendalian emosi menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak.

“Kalau orang tua mampu mengenali emosinya sendiri, memahami luka batinnya, maka ia akan lebih mudah mendampingi anak tanpa meluapkan emosi yang tidak terkendali,” katanya.

Pihak penyelenggara berharap seminar parenting tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pola asuh berbasis kesadaran emosional untuk membentuk generasi yang sehat secara mental dan sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here