ESDM Siapkan Uji Coba CNG Pengganti LPG, Impor 100 Ribu Tabung dari China

0
12

Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg untuk rumah tangga. Dalam tahap awal, pemerintah memperkirakan kebutuhan sedikitnya 100 ribu unit tabung CNG yang akan didatangkan dari China.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan saat ini pemerintah masih mematangkan skema pengujian penggunaan CNG 3 kg di sejumlah kota besar di Pulau Jawa.

“Jadi, kita sekarang fokus kepada proses pengujian, di kota-kota besar di Pulau Jawa, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, seperti itu,” kata Laode di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, dikutip Kamis (21/5/2026).

Menurut Laode, tahap pengujian membutuhkan minimal 100 ribu tabung CNG yang pengadaannya dilakukan oleh badan usaha, bukan pemerintah.

“Untuk bisa kita dapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan 100 ribu. Tapi ini yang lakukan calon badan usahanya ya, bukan kita. Mereka yang sedang berproses sekarang,” ujarnya.

Kementerian ESDM menyebut tata kelola distribusi CNG nantinya akan mengikuti pola distribusi LPG 3 kg. Namun, masyarakat tidak diwajibkan membeli tabung karena kepemilikannya berada di bawah distributor atau pemasok gas.

“Skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Jadi masyarakat tidak beli tabung, tabung milik supplier gasnya,” kata Laode.

Pemerintah juga memproyeksikan penggunaan CNG sebagai substitusi LPG 3 kg dilakukan secara bertahap mulai tahun ini melalui sejumlah proyek percontohan atau pilot project.

Laode menjelaskan pemerintah masih mengkaji sejumlah aspek penting, terutama terkait standar keselamatan sebelum implementasi dilakukan secara luas.

“Aspek keselamatannya ini bukan hanya dari Kementerian ESDM, tapi juga ada dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Tenaga Kerja, sama BSN yang menerbitkan standarnya,” ujarnya.

Menurut dia, berbagai regulasi dan standar keselamatan saat ini sedang dikonsolidasikan agar program tersebut dapat diimplementasikan secara aman dan tepat sasaran.

Meski begitu, pemerintah memastikan Indonesia belum akan menghentikan impor LPG dalam waktu dekat karena transisi menuju penggunaan CNG membutuhkan tahapan dan waktu yang cukup panjang.

Laode menilai Indonesia memiliki cadangan gas yang memadai untuk mendukung program tersebut, terlebih dengan temuan cadangan gas baru yang dinilai cukup besar.

“Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Jadi itu semua tahapan-tahapan itu membutuhkan waktu,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here