Jakarta, Spoiler.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan pembelajaran bahasa asing di sekolah dengan mengusulkan bahasa Prancis dan Portugis menjadi bagian dari pengajaran di lembaga pendidikan Indonesia sebagai persiapan menghadapi perkembangan global.
Keinginan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis. Dalam pidatonya di Istana Elysee, Presiden menilai penguasaan bahasa asing penting untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah dinamika internasional yang terus berkembang.
“Saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo saat berpidato di Paris, Kamis.
Menurut Presiden, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berkembang positif, khususnya pada sektor pertahanan, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga pendidikan. Karena itu, penguatan kerja sama pendidikan dinilai menjadi bagian penting dari kemitraan strategis kedua negara.
Prabowo optimistis kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Prancis akan semakin konkret, seimbang, dan memberi dampak luas bagi kedua negara pada masa mendatang.
“Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak,” ujarnya.
Selain bahasa Prancis, Presiden Prabowo sebelumnya juga menyampaikan keinginan agar pelajar Indonesia mempelajari bahasa Portugis. Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurut Prabowo, penguatan pembelajaran bahasa Portugis menjadi salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral dengan Brasil.
“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden juga menyatakan telah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi untuk mempersiapkan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah Indonesia.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut pemerintah masih melakukan kajian terkait pengembangan pembelajaran bahasa asing di sekolah, termasuk kemungkinan penerapan bahasa Portugis.
“Jadi kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing, tidak hanya bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak,” kata Abdul Mu’ti usai rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta.
Ia menjelaskan saat ini bahasa asing yang telah diajarkan di sekolah meliputi bahasa Arab, Prancis, Mandarin, Jepang, dan Korea, sementara bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib yang akan mulai diajarkan sejak kelas III sekolah dasar pada 2027.
Abdul Mu’ti menambahkan penerapan bahasa Portugis masih mempertimbangkan kesiapan tenaga pengajar, sarana pendukung, serta skema pembelajaran yang kemungkinan bersifat pilihan.
“Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” ujarnya.

















































