Gus Yahya Resmi Memberhentikan Gus Ipul dari Jabatan Sekjen PBNU

0
53
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) dalam konferensi pers usai rapat PBNU di Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan perombakan struktur kepengurusan dengan merotasi lima pejabat PBNU, termasuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang dicopot dari jabatan Sekretaris Jenderal. Keputusan tersebut diambil melalui rapat tanfidziyah yang digelar di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

“Rotasi ini sebagaimana diatur dalam aturan perkumpulan sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Semua ini kita maksudkan supaya tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan oleh PBNU tetap bisa dijalankan dengan baik,” ujar Gus Yahya.

Lima pejabat yang terkena rotasi yakni KH Masyhuri Malik yang sebelumnya menjabat Ketua PBNU kini menduduki posisi Wakil Ketua Umum. Saifullah Yusuf dari Sekretaris Jenderal PBNU dipindah menjadi Ketua PBNU, dan H Gudfan Arif dari Bendahara Umum kini menjabat Ketua PBNU.

Selanjutnya, H Amin Said Husni dari posisi Wakil Ketua Umum ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, sementara H Sumantri yang semula Bendahara kini dirotasi menjadi Bendahara Umum.

Dalam rapat tersebut, PBNU juga membahas rancangan peta jalan atau roadmap Nahdlatul Ulama 2025–2050 termasuk evaluasi kinerja organisasi. Gus Yahya menegaskan bahwa dinamika internal yang terjadi belakangan ini tidak boleh mengganggu jalannya tugas keagamaan dan pengabdian sosial PBNU.

“Tugas-tugas itu merupakan amanat utama yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada Muktamar, tetapi juga kepada konstituen organisasi. Ini juga merupakan tanggung jawab keagamaan, tanggung jawab ilahiyah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan jutaan orang,” ujarnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa transformasi struktur ini bertujuan memperkuat kualitas khidmah PBNU agar mampu menjawab tantangan sosial dan peradaban ke depan. Ia menyebut perubahan global yang cepat dan menyentuh aspek fundamental kehidupan masyarakat harus dihadapi dengan kesiapan organisasi yang lebih kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here