Menhut Selidiki 12 Perusahaan yang Diduga Berkontribusi pada Banjir Bandang Sumatera

0
58
Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta jajarannya pada Kamis (4/12/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyelidiki subyek hukum yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan proses penegakan hukum telah berjalan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan.

“Gakkum Kehutanan sedang melakukan penyelidikan terhadap subyek hukum yang terindikasi berkontribusi terhadap terjadinya bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Raja Juli dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Ia menyebut tim telah menemukan indikasi pelanggaran di 12 lokasi yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan di Sumatera Utara. “Sebanyak 12 perusahaan di Sumut telah teridentifikasi dan penegakan hukum terhadap subyek hukum tersebut akan segera dilakukan,” katanya menegaskan.

Raja Juli menambahkan bahwa tim KLHK masih berada di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya subyek hukum lain yang turut berperan dalam kerusakan lingkungan yang memicu bencana. “Insya Allah nanti kami akan segera laporkan kepada Komisi IV dan juga kepada publik hasil dari lebih kurang 12 lokasi atau subyek hukum ini,” ujarnya.

Korban Meninggal Capai 770 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 770 orang hingga Rabu sore (3/12/2025).

“Secara total korban meninggal yang tervalidasi 770 jiwa, sementara korban hilang yang masih dalam pencarian 463 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers virtual.

Rinciannya, korban meninggal terdiri atas 277 jiwa di Aceh, 299 jiwa di Sumatera Utara, dan 194 jiwa di Sumatera Barat. Adapun korban hilang mencakup 193 jiwa di Aceh, 159 jiwa di Sumatera Utara, dan 111 jiwa di Sumatera Barat.

BNPB juga melaporkan kerusakan berat pada infrastruktur dan rumah warga. Sebanyak 3.300 rumah mengalami rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 4.900 rumah rusak ringan. Fasilitas umum turut terdampak: 45,48 persen jembatan rusak, fasilitas ibadah 20,21 persen, fasilitas pendidikan 32,92 persen, serta fasilitas kesehatan 1,38 persen.

Jumlah penduduk terdampak juga sangat besar. Di Sumatera Utara sebanyak 1,6 juta jiwa, di Aceh 1,5 juta jiwa, dan di Sumatera Barat mencapai 140.500 jiwa. Total warga terdampak di tiga provinsi mencapai 3,2 juta jiwa yang tersebar di 50 kabupaten. Data ini masih terus diperbarui oleh BNPB secara berkala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here