Hasil Investigasi Polres Bengkulu Utara: Kematian Siswa MIN 2 Ketahun Bukan Karena Keracunan MBG

0
61

Spoiler.id – Polres Bengkulu Utara menegaskan kematian MS (8), siswa MI Negeri 2 Ketahun, bukan disebabkan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (3/3/2026) malam, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali menegaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan makanan yang dikonsumsi korban negatif dari zat berbahaya.

Konferensi pers yang berlangsung di Markas Polres Bengkulu Utara tersebut dihadiri oleh jajaran terkait, termasuk dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, dokter dari Rumah Sakit Tiara Sela, perwakilan Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, serta tim ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu.

Dinas Kesehatan juga memastikan tidak ditemukan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di Kecamatan Ketahun, serta tidak ada siswa lain yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu yang sama.

Fakta ini diperkuat dengan tidak adanya laporan siswa lain yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu yang sama. “Hasil uji laboratorium dari makanan sampel yang kami periksa, semuanya negatif. Tidak ditemukan indikasi keracunan,” tambah Kapolres.

Dokter dari RS Tiara Sela yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memberikan penjelasan medis mengenai kondisi korban.

Berdasarkan hasil CT Scan dan pemeriksaan lanjutan, ditemukan kelainan serius pada otak korban berupa pendarahan dan penggumpalan cairan.

Sebelumnya, kabar meninggalnya siswa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan memicu berbagai spekulasi. Namun, setelah hasil uji laboratorium resmi dirilis oleh pihak berwenang, narasi yang menyebut korban mengalami keracunan akibat program MBG dinyatakan tidak terbukti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here