Panglima Kopassus Djon Afriandi Terima Gelar Adat Panglima Raja dari Masyarakat Bengkulu

0
12

Bengkulu, Spoiler.id – Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi resmi menerima gelar adat Panglima Raja dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu dalam prosesi adat yang berlangsung di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Selasa malam.

Penyematan gelar adat dilakukan langsung oleh Ketua BMA Provinsi Bengkulu Effendi M.S didampingi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebagai bentuk penghormatan kepada putra daerah yang telah mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional melalui pengabdiannya di lingkungan TNI.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu Effendi M.S mengatakan pemberian gelar adat tersebut telah melalui proses penilaian dan pertimbangan lembaga adat.

“Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini,” ujar Effendi.

Djon Afriandi merupakan putra Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib yang berasal dari Suku Lembak, Bengkulu. Sementara ibunya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu.

Latar belakang keluarga tersebut menjadi salah satu dasar masyarakat adat Bengkulu memberikan gelar Panglima Raja kepada perwira tinggi TNI tersebut.

Djon juga diketahui menghabiskan masa kecilnya di Kota Bengkulu sebelum melanjutkan pendidikan menengah atas di Bandung, Jawa Barat. Ia kemudian masuk Akademi Militer pada 1991 dan lulus pada 1995 dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik.

Dalam sambutannya, Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu.

Menurut dia, gelar adat yang diterima bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga marwah adat serta memperkuat tali persaudaraan. Sebagai putra Bengkulu, saya akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga nama baik gelar ini dalam kehidupan sehari-hari, serta terus memperkuat persatuan,” kata Djon.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi dedikasi dan pengabdian Djon Afriandi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI,” ujar Helmi.

Acara penyematan gelar adat tersebut turut dihadiri Pangdam XXI/Radin Inten Letjen TNI Agus Wibowo, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan Semarak Muharram 1448 Hijriah, panitia juga menyerahkan santunan kepada 200 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Pemberian gelar adat Panglima Raja diharapkan semakin mempererat hubungan masyarakat adat Bengkulu dengan putra-putra terbaik daerah yang telah berkiprah dan mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here