Sekolah Rakyat di Bengkulu Siap Beroperasi Juli 2026, Pembangunan Capai 90 Persen

0
8

Bengkulu, Spoiler.id – Program Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu dipastikan mulai beroperasi pada Juli 2026 seiring kesiapan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan seluruh fasilitas, mulai dari asrama, ruang kelas, hingga sarana penunjang lainnya, telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Swifanedi mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Pekan Sabtu, Kota Bengkulu, telah mencapai sekitar 90 persen.

“Insya Allah pada Juli sudah bisa digunakan, baik asrama, kelas, maupun seluruh fasilitasnya,” kata Swifanedi saat ditemui di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Senin (22/6).

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan rintisan yang menghimpun peserta didik dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu, termasuk Kota Bengkulu dan sejumlah kabupaten.

Menurut dia, hingga saat ini jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai sekitar 207 orang yang berasal dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 siswa berasal dari jenjang sekolah dasar, 60 siswa tingkat sekolah menengah pertama, dan 129 siswa tingkat sekolah menengah atas.

Meski demikian, Swifanedi mengakui proses pendataan peserta didik masih terus disempurnakan, terutama untuk jenjang sekolah dasar.

Pemerintah daerah, kata dia, telah berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan kelengkapan dan validitas data calon siswa.

“Sebagian sudah lengkap, tetapi memang masih ada kekurangan, khususnya untuk jenjang sekolah dasar. Minggu lalu kami sudah rapat koordinasi dengan Pak Menteri,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta didik yang terdaftar nantinya akan mengikuti sistem pembelajaran berasrama sebagai bagian dari konsep Sekolah Rakyat.

“Ini sistem rintisan, siswa langsung masuk dan bergabung. Saat ini ada sekitar 92 siswa aktif dalam tahap awal,” katanya.

Swifanedi menegaskan meskipun menerapkan sistem asrama, aktivitas harian siswa akan diatur secara terstruktur, termasuk penggunaan fasilitas umum agar proses belajar mengajar berjalan tertib dan optimal.

Program Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here