Bengkulu, Spoiler.id – Puluhan orang tua calon murid memprotes hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMAN 3 Kota Bengkulu. Mereka mempertanyakan transparansi seleksi jalur domisili setelah sejumlah calon siswa yang tinggal dekat dengan sekolah dinyatakan tidak lolos.
Salah seorang orang tua calon murid, Evi Handayani, warga Jalan Perhubungan I, Kelurahan Pagar Dewa, mengaku kecewa karena anaknya tidak diterima melalui jalur domisili meskipun jarak rumah mereka ke sekolah hanya sekitar 560 meter.
Menurut Evi, dirinya bersama sejumlah orang tua lainnya telah mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan terkait hasil seleksi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Ada juga anak yang rumahnya di depan rumah kami justru diterima, sementara anak kami tidak lolos. Alasan yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari masalah koordinat hingga sistem. Padahal jarak rumah kami hanya sekitar 0,56 kilometer dari sekolah,” kata Evi, Selasa (23/6).
Keluhan serupa disampaikan Anita, orang tua calon murid lainnya. Ia mengaku heran setelah memperoleh informasi adanya calon siswa yang berdomisili lebih jauh namun dinyatakan diterima melalui jalur domisili.
Menurut dia, rumahnya yang berada di kawasan depan Pasar Pagi Pagar Dewa hanya berjarak sekitar 500 meter dari sekolah.
“Rumah kami berada di depan Pasar Pagi Pagar Dewa, jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah, tetapi anak kami ditolak. Sementara kami mendapat informasi ada siswa dari Betungan bahkan Danau Dendam yang justru diterima. Karena itu kami meminta adanya transparansi dari pihak sekolah,” ujarnya.
Sejak Jumat hingga Senin, para orang tua mengaku telah melengkapi seluruh dokumen sanggahan yang diminta pihak sekolah. Mereka juga menyerahkan sejumlah data yang diklaim sebagai bukti terkait dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi.
Data tersebut, kata mereka, berupa perbandingan antara daftar siswa yang dinyatakan diterima berdasarkan pengumuman resmi sekolah dengan domisili riil para peserta.
Selain mempersoalkan hasil seleksi, para orang tua juga mempertanyakan pengurangan kuota penerimaan peserta didik baru yang disebut terjadi akibat adanya siswa yang tidak naik kelas.
Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, sekitar 40 siswa tidak naik kelas sehingga mengurangi daya tampung sekolah pada tahun ajaran baru.
Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap peluang calon siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah untuk diterima melalui jalur domisili.
Hingga Selasa sore, para orang tua mengaku puluhan berkas sanggahan yang telah diajukan belum mendapatkan tindak lanjut. Mereka menyebut seluruh sanggahan yang disampaikan belum dapat diproses sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Di sisi lain, mereka juga mengaku khawatir terhadap kelanjutan pendidikan anak-anaknya karena sebagian besar sekolah negeri di Kota Bengkulu telah menutup proses penerimaan peserta didik baru.
“Kami sudah mengajukan sanggahan sesuai prosedur yang ditetapkan, tetapi sampai sekarang masih diminta menunggu. Sementara sekolah lain sudah tutup pendaftaran. Kami bingung anak kami nanti akan sekolah di mana, karena kami memang berdomisili di wilayah ini,” kata Anita.
Kekhawatiran para orang tua semakin meningkat karena proses daftar ulang bagi siswa yang telah dinyatakan diterima berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat. Mereka menilai setelah tahapan daftar ulang selesai, peluang evaluasi terhadap hasil seleksi akan semakin kecil.
Para orang tua berharap pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penentuan kelulusan jalur domisili, mekanisme pengurangan kuota, dan tindak lanjut atas sanggahan yang telah diajukan.
“Awalnya disebut karena kesalahan sistem, kemudian ada alasan penggantian data dan kesalahan berkas. Belakangan disampaikan kuota berkurang karena ada sekitar 40 siswa yang tidak naik kelas. Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan yang jelas dan transparan,” ujar Anita.
















































