Kemhan Jelaskan Alasan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikuti Latsarmil

0
13

Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan alasan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) diwajibkan mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membentuk pribadi yang disiplin, berintegritas, serta mampu bekerja secara profesional dalam berbagai situasi, termasuk di bawah tekanan.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Ketut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu.

Ia menjelaskan kemampuan tersebut diperlukan karena para calon manajer nantinya akan mengelola koperasi yang menjadi wadah pengelolaan dan perputaran dana masyarakat di tingkat desa maupun nelayan.

Menurut Ketut, pengelola koperasi yang memiliki kepemimpinan kuat dan profesionalisme tinggi diharapkan mampu mendorong berkembangnya ekonomi kerakyatan di daerah. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak positif terhadap penguatan ketahanan nasional.

“Ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi bagian penting,” ujarnya.

Ketut menegaskan berbagai aktivitas fisik dan pelatihan semi-militer yang diberikan selama latsarmil bukan dimaksudkan untuk membentuk peserta menjadi prajurit.

Menurut dia, fokus utama pelatihan adalah membangun mental, karakter, rasa tanggung jawab, daya juang, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi saat mengelola koperasi.

“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” katanya.

Terkait adanya peserta yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan latsarmil, Kemhan menyatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelatihan.

Selain itu, Kemhan memastikan langkah-langkah pencegahan akan diperkuat, termasuk menyesuaikan materi dan intensitas pelatihan dengan kondisi kesehatan serta kemampuan masing-masing peserta agar kejadian serupa tidak terulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here