Unib Perkuat Peran Kampus Dukung Pembangunan Rendah Karbon di Provinsi Bengkulu

0
12

Bengkulu, Spoiler.id – Universitas Bengkulu (Unib) menegaskan komitmennya sebagai katalisator pembangunan daerah melalui penguatan riset, pendampingan kebijakan, serta kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Tim Leader Low Carbon Development Indonesia Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LCDI LPPM) Unib, Yansen, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan kajian ilmiah, merumuskan program prioritas, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan.

“Perguruan tinggi dapat berperan sebagai katalisator yang menghasilkan kajian ilmiah, merumuskan program prioritas, dan mendukung lahirnya berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan,” kata Yansen di Bengkulu, Jumat.

Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan rendah karbon tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Sebagai bentuk implementasi, Universitas Bengkulu menjalin kolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Provinsi Bengkulu dalam penyusunan Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI).

Dokumen tersebut akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Bengkulu Tahun 2027 sebagai landasan pelaksanaan berbagai program pembangunan berkelanjutan.

Menurut Yansen, integrasi PRKBI ke dalam RKPD merupakan langkah strategis untuk memastikan program pembangunan rendah karbon dapat diimplementasikan secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan.

Adapun sektor prioritas yang menjadi fokus implementasi meliputi kehutanan dan penggunaan lahan, pengembangan karbon biru berbasis ekosistem mangrove, pengelolaan wilayah pesisir dan kelautan, serta pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Penelitian LPPM Unib, Nurna Aziza, menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat riset dan kajian akademik, tetapi juga mendukung penyusunan kebijakan berbasis data serta pengembangan model pembangunan yang dapat diterapkan secara nyata di Provinsi Bengkulu.

“Kolaborasi menjadi faktor utama agar pembangunan rendah karbon dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penyusunan kebijakan berbasis data dan pengembangan model pembangunan yang aplikatif,” ujar Nurna Aziza.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Bengkulu dalam mendukung paradigma perguruan tinggi berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here