Pertalite Segera Dibatasi, Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk Pengguna BBM Subsidi

0
21

Jakarta, Spoiler.id – Pemerintah menyiapkan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat yang dinilai mampu. Sistem pembatasan tersebut saat ini tengah diuji dan ditargetkan mulai diterapkan sebelum pergantian tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kelompok masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dalam data sosial ekonomi akan menjadi salah satu sasaran pembatasan pembelian Pertalite.

“Nanti kan kita sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 tidak bisa beli yang bersubsidi. Mereka harus bayar harga Pertamax atau yang lain,” kata Purbaya di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Purbaya menjelaskan, pemerintah tengah mempersiapkan sistem yang memungkinkan pembatasan dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi masyarakat. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang tergolong mampu akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Selain berdasarkan kelompok ekonomi, pemerintah juga mempertimbangkan jenis kendaraan dalam menentukan penerima BBM bersubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kendaraan mewah menjadi salah satu kategori yang akan diperhatikan dalam kebijakan pembatasan Pertalite.

“Jadi gini, nanti menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan) tadi,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan pemerintah juga akan menyesuaikan kebijakan BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).

“Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik,” kata Bahlil.

Bahlil menambahkan, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi juga dapat disesuaikan. Sebaliknya, jika harga minyak dunia meningkat, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian.

Sementara itu, Purbaya mengatakan pembatasan Pertalite tidak serta-merta membuat konsumsi BBM nasional turun secara drastis. Dampak utama kebijakan tersebut diperkirakan terjadi pada pengurangan penerima manfaat subsidi.

“Konsumsi mungkin akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan sistem yang tengah disiapkan pemerintah dapat diterapkan berdasarkan kendaraan maupun kelompok ekonomi atau desil masyarakat.

“Yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka,” katanya.

Pemerintah menargetkan sistem pembatasan pembelian Pertalite tersebut mulai diterapkan sebelum memasuki 2027.

“Sebelum tahun depan. Akhir-akhir tahun lah,” pungkas Purbaya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here