Bengkulu Selatan,spoiler.id – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan berakhir ricuh. Hal ini dipicu kekecewaan massa yang merasa diabaikan karena tak satu pun perwakilan Bawaslu keluar menemui mereka.
Kericuhan pecah saat salah satu orator dari kelompok yang mengatasnamakan diri simpatisan pasangan Suryatati–Ii Sumirat meminta kejelasan dari Bawaslu terkait dugaan rekayasa penangkapan calon wakil bupati Ii Sumirat. Karena permintaan mereka tidak ditanggapi, suasana pun memanas.
“Kami merasa sedih sekali karena hanya untuk bertemu dan menunutut keadilan kami diletakkan di depan pagar kantor Bawaslu,” ujar orator Medio Yustisio dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (23/5/2025).
Ketegangan memuncak saat massa membakar replika keranda dan mulai melempar batu ke arah aparat serta gedung Bawaslu. Aparat kepolisian yang bertugas berupaya membubarkan kerumunan dengan menyemprotkan water canon dan menembakkan gas air mata.
Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka, baik karena terkena gas air mata maupun terjatuh dari mobil. Beberapa korban dilaporkan menjalani perawatan intensif.
Koordinator lapangan Herman Lupti menilai Bawaslu tidak menjalankan tugas secara transparan dan profesional. Ia mempertanyakan keputusan lembaga tersebut yang menghentikan 20 laporan dari pihak Suryatati–Ii Sumirat tanpa penjelasan yang jelas.
“Ke mana Bawaslu? Kami tagih janji mereka untuk kasih penjelasan kepada kami, sampai sekarang tidak ada, ini soal profesionalisme kerja mereka,” tegas Lupti.
Menurutnya, dugaan kriminalisasi terhadap Ii Sumirat merupakan bentuk pelanggaran pemilu serius. Ia yakin jika Bawaslu benar-benar berniat menegakkan aturan, kasus tersebut tidak akan disangkal atau diabaikan.
“Jangan hanya bilang bahwa itu bukan pelanggaran pilkada. Ayo duduk bersama, saya tunjukkan pasal-pasal di mana letak pelanggaran itu,” katanya lagi.
Lupti juga menilai ketegaran Bawaslu yang tetap pada pendirian mereka hanya memperkeruh suasana. Ia menyebutkan bahwa bukti-bukti yang dimiliki pihaknya sudah sangat cukup dan mudah dipahami, bahkan oleh masyarakat awam.
Ia menambahkan bahwa janji Bawaslu untuk memfasilitasi pertemuan dengan Gakkumdu belum juga dipenuhi, membuat kekecewaan massa semakin mendalam.
“Kami bertekad aksi damai, tapi sikap Bawaslu mengundang kegaduhan, kalau mereka profesional tak mungkin Pilkada Bengkulu Selatan berlarut-larut begini,” tutupnya.
Pewarta: Agusian
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025













































