Menpora Erick Thohir Tegaskan PSSI Tidak Akan Dapat Dana Pemerintah untuk Single Event

0
78
Menpora Erick Thohir bersama dengan Wamenpora Taufik Hidayat dan Sesmenpora Gunawan Suswantoro. (Foto Dok. KOMPAS.com)

Jakarta, Spoiler.id  – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Erick Thohir menegaskan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan mendapatkan dukungan dana dari pemerintah untuk pelaksanaan ajang single event.

“Dan saya sudah konsultasi ke BPK, tadi kita sudah sepakatin ya. Tentu untuk PSSI kita tidak bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah, khususnya yang single event,” ujar Erick Thohir saat konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/9).

Single event yang dimaksud mencakup sejumlah kompetisi internasional yang diikuti tim nasional Indonesia, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Erick menegaskan Timnas Indonesia tidak akan mendapat bantuan dana ketika tampil pada ronde keempat kualifikasi di Arab Saudi, Oktober 2025 mendatang.

Meski demikian, Erick menyebut ada pengecualian jika tim sepak bola Indonesia ikut serta dalam multi event seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. “Tapi yang multi event nanti dari pihak BPK akan cek clearance-nya seperti apa. Karena kalau multi event itu semua cabor ya dibiayai,” katanya.

Ia menekankan perlunya transparansi dan keadilan dalam pendanaan. “Saya kehati-hatian. Dan nanti ada beberapa keputusan yang juga kita jaga kepercayaan semua. Karena hari ini tugas terpenting saya untuk olahraga Indonesia. PSSI hanya salah satunya, tapi olahraga Indonesia yang terpenting,” ujar Erick.

Target Emas SEA Games 2025

Terkait SEA Games 2025, Erick menyampaikan Kemenpora belum bisa memastikan jumlah target emas yang realistis. Pasalnya, keterbatasan anggaran membuat hanya 120 atlet yang bisa diberangkatkan dengan dana Rp10 miliar.

“Kalau 10 miliar cuma 120 atlet. Artinya nanti kita lihat emasnya berapa. Karena hari ini sudah kehilangan 41 emas. Dari 87 kita kehilangan 41 emas,” jelasnya.

Menurut Erick, berkurangnya nomor pertandingan turut memengaruhi target emas Indonesia. “Dikarenakan banyak nomor yang tidak dipertandingkan. Bukan berarti kita kehilangan emas, tapi nomornya memang tidak ada,” ujarnya.

Erick menambahkan pihaknya masih terus mengevaluasi capaian sebelumnya untuk menetapkan target realistis. “Sekarang kita lagi gali lagi dari 46 bisa naik ke berapa. Kalau kita mau ranking 3 besar mungkin angkanya harus 80, kemarin 87 itu kan kira-kira 85 sampai 90,” jelas Erick.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here