UNIHAZ Bengkulu Ukir Prestasi di Pomnas 2025, Sumbang Medali Perunggu dari Pencak Silat

0
78

Bengkulu, Spoiler.id – Kontingen mahasiswa Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (UNIHAZ) Bengkulu mencatat sejarah baru dengan turut ambil bagian dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2025 yang berlangsung di Provinsi Jawa Tengah pada 19–27 September 2025.

Meski baru mampu menyumbangkan satu medali perunggu dari cabang olahraga pencak silat, capaian tersebut menjadi langkah penting bagi UNIHAZ dalam memperkuat posisinya di tingkat kompetisi olahraga mahasiswa nasional.

Harapan kampus akhirnya terwujud melalui Ahmad Albi Setiawan, yang berhasil meraih medali perunggu dalam kategori tunggal bebas cabang pencak silat. Perjalanan menuju podium tidak mudah, sebab Albi harus menghadapi sejumlah laga ketat sebelum memastikan posisi juara tiga.

Selain Albi, UNIHAZ juga menurunkan dua atlet silat lainnya, yakni Muhammad Alif Firdaus dan Muhammad Aji Amir Ahpandi. Meski belum meraih medali, keduanya tetap mendapat apresiasi karena menampilkan semangat juang tinggi dan sportivitas.

Pembina UKM pencak silat UNIHAZ, Muharjaya, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan pembenahan untuk meningkatkan performa di ajang berikutnya.

“Kedepannya kita akan memperkuat persiapan agar atlet tampil lebih baik. Medali perunggu ini bukti bahwa kita mampu, tinggal ditingkatkan lagi konsistensi latihan dan strategi bertanding,” ujarnya.

Selain pencak silat, UNIHAZ juga menurunkan atlet pada cabang taekwondo yang berlangsung pada 19–24 September 2025. Mereka adalah Juanda Triyadi, Nadiah Rifdah Dlofirah, Alfi Zaki Hanawi, dan Ahmad Dani. Meskipun belum berhasil membawa pulang medali, mereka dinilai mendapatkan pengalaman berharga menghadapi atlet terbaik dari berbagai universitas di Indonesia.

Pada cabang tarung derajat yang digelar 18–23 September 2025, UNIHAZ menurunkan tiga atlet: Muhammad Fahinza Alfalaq, Raja Mulia Hasibuan, dan Indah Lestari. Ketiganya tampil penuh semangat meski harus mengakui keunggulan lawan-lawan tangguh dari universitas besar di luar Bengkulu.

Manajer kontingen UNIHAZ, Joni Fardius, S.AP., mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama baik universitas.

“Keikutsertaan di Pomnas kali ini adalah tonggak awal yang harus dijadikan motivasi untuk lebih serius membina atlet mahasiswa. Harapannya, Pomnas 2027 nanti bisa lebih baik lagi dan membawa pulang medali lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Joni, Pomnas tidak semata soal raihan medali, tetapi juga tentang pengalaman bertanding, membangun mental juara, dan memperluas jejaring antaruniversitas.

“Kita harus siapkan atlet lebih matang, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental, agar bisa menorehkan prestasi lebih tinggi dari Pomnas 2025,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNIHAZ Dr. Arifah Hidayati, SE, MM, turut memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa. Ia menyebut prestasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa UNIHAZ tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga.

“Kami sangat bangga atas perjuangan para atlet UNIHAZ di Pomnas 2025. Walaupun baru meraih medali perunggu, ini langkah maju yang membanggakan dan menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi di ajang berikutnya,” kata Rektor.

Ia menegaskan bahwa kampus akan terus memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa agar dapat berkembang secara akademik dan nonakademik.

“Prestasi ini harus menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya. Kami ingin UNIHAZ terus melahirkan generasi muda yang berdaya saing dan mampu mengharumkan nama Bengkulu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here