Guru Honorer di Bengkulu Terima Gaji Rp 12.000 per Jam dari Wali Murid

0
58
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring (kemeja hitam) berbincang dengan siswa SMA Negeri 12 Kabupaten Kaur, Jumat (31/10/2025).(Dok.pribadi/Usin Abdisyah Putra Sembiring)

Bengkulu, Spoiler.id – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, mengungkapkan kondisi memprihatinkan di SMA Negeri 12 Kabupaten Kaur, di mana 16 guru honorer menerima bayaran hanya Rp 12.000 per jam yang berasal dari urunan wali murid. Temuan ini muncul saat DPRD meninjau sekolah tersebut sebagai respons atas aksi siswa di media sosial yang meminta pemerintah membangun gedung sekolah mereka.

SMA Negeri 12 Kaur yang berlokasi di Desa Bukit Indah, Kecamatan Nasal, berada di wilayah terpencil dengan akses jalan tanah kuning yang rusak berat. Selama tiga tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di gedung SMP Negeri 22 Nasal. Sekolah kini menampung 130 siswa, dengan 53 siswa kelas X, 50 siswa kelas XI, dan 25 siswa kelas XII.

Menurut Usin, sekolah dipimpin seorang pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang juga guru tetap di SMK Negeri 4 Kaur. Total ada 22 guru di sekolah tersebut, terdiri dari ASN, PPPK, paruh waktu, dan honorer. Meski digaji dari urunan wali murid, para guru honorer tetap ikhlas melaksanakan tugasnya demi memastikan anak-anak di desa dapat mengenyam pendidikan.

“Karena SMA terdekat jauh sebelum ada SMAN 12, siswa tamat SMP harus kos untuk melanjutkan SMA. Jika tidak, sebagian memilih menikah muda,” ujar Usin.

DPRD Provinsi Bengkulu berjanji akan mengawal pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) bagi SMA Negeri 12 Kaur. Usulan tersebut telah disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan harapan sekolah dapat memiliki gedung permanen yang mampu menampung siswa dari sembilan desa terdekat.

Selain itu, DPRD juga berkomitmen membantu proses hibah tanah dan pematangan lahan. Dalam kunjungan tersebut, DPRD menyerahkan seperangkat komputer dan printer untuk menunjang administrasi sekolah, menggantikan peralatan lama yang rusak dan rakitan guru sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here