KPK Minta Keterangan Sejumlah Pihak Terkait Dugaan Mark Up Proyek Whoosh

0
70

Jakarta, Spoiler.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Pihak-pihak yang dimintai keterangan merupakan mereka yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

Menurut Budi, langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi dan konfirmasi penting yang dapat membantu KPK dalam mengungkap dugaan korupsi pada proyek transportasi nasional tersebut.

Ia menegaskan, sejauh ini seluruh pihak yang dipanggil bersikap kooperatif dan memenuhi permintaan penyidik. “Sejauh ini pihak-pihak yang sudah diundang dan dimintai keterangan kooperatif. Ini menjadi langkah positif dalam proses penyelidikan,” kata Budi.

Meski demikian, KPK belum dapat memaparkan lebih lanjut mengenai substansi materi yang sedang didalami. “Kami belum bisa menyampaikan detailnya karena perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun kami pastikan prosesnya terus berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam video di kanal YouTube pribadinya, *Mahfud MD Official*, pada 14 Oktober 2025, mengungkap adanya dugaan penggelembungan anggaran atau *mark up* dalam proyek Whoosh.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh mencapai 52 juta dolar AS. Sementara di China, biayanya hanya 17 hingga 18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” kata Mahfud.

Ia mempertanyakan selisih biaya yang sangat besar itu dan meminta aparat penegak hukum menelusuri pihak yang bertanggung jawab. “Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Ini harus diteliti,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau Mahfud untuk membuat laporan resmi terkait dugaan korupsi tersebut. Mahfud kemudian menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada KPK pada 26 Oktober 2025.

Sementara KPK pada 27 Oktober 2025 menegaskan bahwa dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh telah naik ke tahap penyelidikan sejak awal tahun 2025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here