Pemkab Rejang Lebong Siapkan Anggaran Rp4,9 Miliar untuk Atasi Banjir

0
228
Pemkab Rejang Lebong Siapkan Anggaran Rp4,9 Miliar untuk Atasi Banjir.

Rejang Lebong,spoiler.id – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengalokasikan dana sebesar Rp4,9 miliar guna menangani banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan, terutama saat musim hujan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Rejang Lebong, Muhammad Fani Soeliantara, menyampaikan bahwa anggaran tersebut akan difokuskan pada empat titik yang dinilai paling sering terdampak banjir.

“Penanganan banjir ini merupakan komitmen Bupati Rejang Lebong dan akan mulai direalisasikan pada tahun 2025,” ujar Fani.

Empat lokasi yang menjadi sasaran penanganan antara lain kawasan Jalan Soeprapto di Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup Tengah (dekat MAN Rejang Lebong), kemudian di Jalan AK Ghani Kelurahan Dusun Curup (sekitar IAIN Curup), kawasan Simpang Lebong, serta area lampu merah di Kelurahan Sukaraja, Curup Timur.

Menurut Fani, titik-titik tersebut dipilih karena sering kali mengalami genangan saat hujan lebat.

Untuk Talang Rimbo Baru, dana sebesar Rp1,7 miliar akan digunakan untuk pengerukan serta perbaikan saluran drainase dari wilayah pemakaman hingga ke Simpang Empat. Drainase kecil yang selama ini ditutup warga juga akan dibuka kembali agar air dapat mengalir lancar dan tidak meluap ke jalan.

Sedangkan untuk mengatasi banjir di depan IAIN Curup, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar. Di lokasi ini, rencananya akan dibangun sistem drainase baru yang akan disambungkan ke saluran utama agar air tidak lagi menggenangi jalan.

Di kawasan Simpang Lebong, dana sebesar Rp1,2 miliar akan dialokasikan untuk pengerukan sedimen dan optimalisasi aliran air ke dua arah, yaitu ke jembatan jalan baru dan ke Dusun Curup yang selama ini belum maksimal fungsinya.

Sementara itu, untuk Kelurahan Sukaraja, anggaran sebesar Rp200 juta akan digunakan untuk membersihkan saluran air yang tersumbat dan memperlancar aliran ke arah Kesambe maupun Kampung Jawa.

Walau tidak masuk dalam program prioritas 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, Fani memastikan proyek ini ditargetkan selesai dalam tahun anggaran 2025.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase, karena kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama banjir yang terjadi selama ini.

Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here