Petani Bengkulu Raih Juara 2 Nasional, Kopi Robusta Tembus Harga Rp100 Ribu per Kg

0
287
Petani kopi asal Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Daratan, Supriyadi. (Spoiler.id)

Rejang Lebong, Spoiler.id – Petani kopi asal Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Daratan, Supriyadi, mengharumkan nama Bengkulu setelah berhasil meraih posisi kedua dalam ajang kompetisi kopi robusta tingkat nasional.

Prestasi ini turut mengangkat pamor kopi robusta dari Bengkulu ke level fine robusta, dengan harga jual mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Dua varietas kopi yang dibawa Supriyadi, yakni Robusta Sehasen dan Robusta Sintaro, masing-masing memperoleh skor 82,43 dan 82,85 dalam penilaian cupping. Kedua skor tersebut menempatkannya di posisi kedua dan meloloskan robusta Bengkulu ke dalam kategori fine robusta.

“Saya ikut festival kopi di Jakarta, membawa dua sampel robusta. Alhamdulillah, keduanya masuk peringkat kedua setelah melalui cupping test,” ujar Supriyadi, Jumat (30/5/2025).

Menurut Supriyadi, kopi yang ia lombakan berasal dari buah kopi pilihan yang dipetik saat matang sempurna. Setelah panen, biji kopi direndam untuk menyortir yang berkualitas, lalu dikeringkan dalam rumah jemur dengan suhu terkontrol selama 21 hari.

“Prosesnya memang tidak biasa. Setelah kering, biji digiling menjadi green beans dan disortir ulang untuk memisahkan yang cacat. Hasil akhirnya terasa bersih dan cita rasanya lebih menonjol,” jelasnya.

Karena proses pengolahan yang teliti, Supriyadi kini bisa menjual kopinya dengan harga premium dan telah memiliki permintaan hingga 5 ton per bulan. Kopi miliknya dipasarkan dengan merek Kopi Lestari.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia Bengkulu memberikan bantuan berupa rumah jemur berkapasitas 6 ton per proses. Ini sangat membantu Supriyadi, terutama saat musim hujan.

“Bantuan rumah jemur ini sangat membantu. Karena cuaca sering berubah, pengeringan jadi tetap maksimal,” tambahnya.

Adit, salah satu penikmat kopi, mengaku rasa kopi robusta yang masuk kategori fine sangat berbeda.

“Ada sensasi manis dan rasa pedas yang khas, mungkin karena tumbuh berdampingan dengan tanaman lada. Rasanya lebih clean dibandingkan robusta biasa,” katanya.

Dengan capaian ini, Supriyadi berharap robusta Bengkulu semakin dikenal di kancah nasional dan internasional.

Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © INSPIRASINEWS 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here