
Bengkulu, Spoiler.id – Kelompok Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen secara khidmat menggelar Ritual Ambik Tanah, Kamis malam (26/6/2025), sebagai bagian dari prosesi awal Festival Tabut 1 Muharram 1447 H di Kota Bengkulu.
Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi sakral, yakni Makam Keramat belakang Hotel Grage Horizon dan Cuguk Tapak Paderi, yang menjadi titik awal perayaan budaya dan religi tersebut.
Ritual ini dipimpin langsung oleh Ketua KKT Bencoolen, Ir. Achmad Syiafril, dan diikuti oleh sekitar 100 peserta serta disaksikan oleh lebih dari 500 warga yang memadati lokasi prosesi.
“Ritual Ambik Tanah ini adalah simbol awal dari rangkaian Tabut, yang mengingatkan kita akan asal-usul manusia dari tanah dan kelak akan kembali ke tanah. Ini bukan sekadar seremoni, tapi juga bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Bengkulu,” ujar Achmad Syiafril kepada wartawan usai prosesi.
Rangkaian Ritual
Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan doa bersama untuk memohon keselamatan. Malam harinya, pukul 20.30 WIB, dilakukan belengguk di Tugu Dol dan arak-arakan Dhol serta Serkai menuju lokasi pengambilan tanah. Tepat pukul 22.30 WIB, dilakukan ritual pengambilan dua kepal tanah, disertai dengan prosesi penyiraman tanah keramat menggunakan campuran lima jenis air yang sudah disiapkan.
Setelah tanah berhasil diambil, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gerga Tabut Imam dan Gerga Tabut Bansal, di mana tanah tersebut disemayamkan dalam belanga kecil sebagai bagian penting dalam tradisi Tabut.
“Setiap tahapan ritual ini memiliki makna filosofis dan historis yang erat dengan peristiwa Karbala serta perjuangan cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein. Kami berharap masyarakat dapat meresapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tambah Achmad Syiafril.
Simbol Dimulainya Perayaan Tabut
Prosesi Ambik Tanah ini menandai pembukaan rangkaian Tabut, yang akan berlangsung selama 10 hari penuh hingga 10 Muharram. Berbagai ritual budaya dan religi lainnya akan dilaksanakan seperti Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Gam, Tabut Naik Pangkek, Arak Gedang, dan Tabut Tebuang.
Festival Tabut menjadi ikon budaya tahunan Bengkulu, yang tidak hanya menyatukan masyarakat lintas generasi, tetapi juga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengenal lebih dekat tradisi Islam dan kearifan lokal yang kaya makna.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025















































