Layanan Cuci Darah Terhenti, RSUD Curup Minta Waktu Sepekan untuk Normalisasi

0
90
Manajemen RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, menggelar pertemuan terbuka (hearing) dengan pasien dan keluarga pasien hemodialisis (HD) pada Jumat (18/7). (Foto: Viona/Spoiler.id)

Rejang Lebong, Spoiler.id – Manajemen RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, menggelar pertemuan terbuka (hearing) dengan pasien dan keluarga pasien hemodialisis (HD) pada Jumat (18/7), menyusul terhentinya operasional layanan cuci darah di rumah sakit tersebut.

Hearing yang berlangsung di aula RSUD Curup ini dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD Nova Friska Eliyanti, MM, bersama jajaran pimpinan bidang pelayanan, keuangan, serta tim medis HD. Turut hadir pula unsur Polres Rejang Lebong dan sekitar 45 perwakilan pasien dan keluarga.

Plt. Direktur RSUD Curup, Nova Friska Eliyanti, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk menjamin pasien tetap bisa menjalani terapi cuci darah sesuai jadwal.

“Dari 92 pasien, sebanyak 31 orang telah mendapat rujukan dan bisa melaksanakan cuci darah di RSUD M. Yunus. Kami juga menyiapkan transportasi dan fasilitas istirahat di mes Pemda bagi pasien yang dirujuk,” ujar Nova Friska.

Ia menegaskan bahwa manajemen tengah mengupayakan agar layanan hemodialisis di RSUD Curup dapat kembali berjalan normal dalam waktu sekitar satu minggu.

“Dalam masa transisi ini, kami juga mengirim lima tenaga medis untuk membantu proses pelayanan di RSUD M. Yunus,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pasien dan keluarga menyampaikan apresiasi, kekhawatiran, hingga kritik terhadap manajemen rumah sakit. Isnaini Yuliza, salah satu keluarga pasien, mengaku bersyukur atas solusi sementara yang diberikan, namun berharap agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami berharap pihak rumah sakit bisa mengelola rujukan dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit tujuan,” ujarnya.

Sementara itu, pasien lainnya, Glamoria, mengungkapkan rasa kecewa karena penanganan yang dianggap lamban. Ia menekankan pentingnya kejelasan mengenai batas waktu rujukan, fasilitas yang diberikan, serta kemudahan administrasi.

“Sampai kapan kami harus menjalani rujukan? Apakah ada jaminan rumah sakit tujuan bisa menerima kami sesuai jadwal?” tanya Glamoria dalam forum.

Menanggapi hal itu, Nova Friska memastikan bahwa semua pasien akan mendapatkan jadwal sesuai hari yang biasa dijalani. “Kami pastikan tidak ada pasien yang kehilangan hak layanan. Kami komitmen untuk menyelesaikan ini secepatnya,” tegasnya.

Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here