
Bengkulu, Spoiler.id – Kegiatan Merah Putih Pekerja Migran Indonesia (PMI) Expo Tahun 2025 resmi digelar di Aula Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Senin (28/7/2025), sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia serta memperluas peluang kerja di luar negeri secara aman dan terukur.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.20 WIB ini dihadiri langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Pi., bersama jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Ketenagakerjaan, Forkopimda, Gubernur Bengkulu, pimpinan lembaga pendidikan, perwakilan LPK se-Provinsi Bengkulu, serta para pelajar dan mahasiswa.
Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara terarah.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan generasi muda kita tidak terjebak dalam pengangguran. Tahun depan, target kami adalah memberangkatkan 1.000 putra-putri Bengkulu untuk bekerja di luar negeri secara aman dan terjamin,” ujar Helmi.
Dalam rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes dengan Gubernur Bengkulu serta hibah aset bangunan eks rumah dinas Dinas Kesehatan kepada Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Selain itu, juga diluncurkan Migran Center Merah Putih dan Kelas Industri SMK se-Provinsi Bengkulu sebagai wujud komitmen dalam membina SDM unggul.
Dirjen SDM Kesehatan, dr. Yudi Pramono Mas, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung program pekerja migran.
“Poltekkes Kemenkes Bengkulu akan menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran berbasis kompetensi. Melalui Migrant Guidance Center, kami ingin mencetak tenaga kerja yang bertanggung jawab, profesional, dan siap bersaing di pasar global,” katanya.
Sementara itu, dalam kuliah umum bertema Peluang Kerja Luar Negeri dan Migran Aman, Menteri P2MI H. Abdul Kadir Karding menguraikan data dan strategi nasional dalam pengelolaan bonus demografi.
“Saat ini tersedia 386.199 peluang kerja luar negeri. Namun yang terserap baru sekitar 61.288 atau 15,87 persen. Artinya, ada lebih dari 324 ribu lowongan kerja yang masih bisa kita isi dengan SDM berkualitas dari Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran menjadi prioritas pemerintah, khususnya untuk mencegah kekerasan, kejahatan, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“PMI adalah pahlawan devisa. Mereka penyumbang terbesar kedua devisa negara setelah sektor migas. Karena itu, tugas negara adalah melindungi dan memperjuangkan hak mereka,” pungkas Abdul Kadir Karding.
Acara ditutup dengan pelepasan simbolik para PMI yang akan bekerja ke Jepang dan penyerahan kartu BPJS bagi para pekerja migran.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025














































