RSUD Tais Rawat Balita Seluma yang Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung

0
91
RSUD Tais Rawat Balita Seluma yang Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung. (Foto: Istimewa)

Seluma, Spoiler.id – Kasus cacingan kembali mencuat di Bengkulu. Seorang balita bernama Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan), warga Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, mengalami kondisi serius setelah cacing gelang (Ascaris) keluar dari hidung dan mulutnya.

Direktur RSUD Tais, dr. Eva Debora Siahaan, membenarkan kasus tersebut.

“Pasien pertama kali dibawa oleh keluarga pada Minggu malam (13/9). Saat itu, cacing gelang sebesar sapu lidi keluar dari mulut dan hidungnya. Hingga kini pasien masih kami rawat intensif di RSUD Tais,” kata Eva di Seluma, Senin (15/9).

Menurutnya, hasil rontgen memperlihatkan adanya gumpalan di perut pasien yang diduga kumpulan cacing.

“Kami masih berupaya mengeluarkan cacing ini dari tubuh pasien. Bantuan pernapasan juga terus diberikan agar oksigen tetap stabil,” jelasnya.

Eva menuturkan, kondisi ini berawal dari gejala demam tinggi, batuk berdahak, serta kegelisahan. Saat itu, cacing mulai keluar dari hidung dan mulut balita.

“Penyebabnya berkaitan dengan pola hidup yang tidak sehat. Pasien sering bermain di tanah tanpa alas kaki, lalu langsung makan dengan tangan yang kotor,” ungkapnya.

Ia mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan kebersihan anak.

“Biasakan memakai sandal saat keluar rumah, cuci tangan dan kaki sebelum makan, serta berikan obat cacing setiap enam bulan atau setahun sekali. Ini penting untuk mencegah anak terinfeksi cacing,” pesan Eva.

Kasus Sabrina ini mengingatkan publik pada kisah tragis balita Raya asal Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal pada Juli 2025 akibat cacingan akut. Video kondisi Raya yang tersebar di media sosial sempat viral dan menyoroti lemahnya pola asuh serta keterbatasan akses layanan kesehatan keluarganya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here