TPID Bengkulu dan BI Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi, Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil

0
87

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi melalui kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Merah Putih Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu, Kamis (9/10), dengan tema “Optimalisasi Penyaluran Beras SPHP di Provinsi Bengkulu”.

Acara dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang menyampaikan apresiasi atas capaian positif Bengkulu dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (year-on-year) per September 2025 tercatat sebesar 2,57 persen — masih berada dalam rentang target nasional sebesar 2,5 ± 1 persen.

“Capaian ini menunjukkan harga kebutuhan pokok di Bengkulu relatif stabil, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Herwan Antoni.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras bersama TPID Bengkulu dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia melalui strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Ia menjelaskan, berbagai langkah konkret telah dilakukan untuk mencegah gejolak harga, seperti pelaksanaan operasi pasar murah, pemantauan harga harian di pasar tradisional, serta penguatan cadangan pangan melalui kerja sama dengan Perum Bulog.

“Berkat sinergi ini, harga kebutuhan pokok dapat dijaga stabilitasnya, inflasi tetap aman, dan kesejahteraan masyarakat terpelihara,” tambahnya.

Herwan juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah guna menghadapi potensi gangguan pasokan akibat perubahan iklim.

“Kunci utama menghadapi tantangan inflasi ke depan adalah memperkuat sinergi. TPID Bengkulu perlu berjejaring dengan daerah lain untuk berbagi pengalaman dalam pengendalian inflasi maupun digitalisasi layanan publik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Fajar Setiawan, mendorong para pelaku usaha, terutama sektor beras, agar lebih aktif menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha menjaga integritas dan menghindari praktik curang seperti penimbunan atau manipulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Bank Indonesia siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memastikan stabilitas harga pangan di Bengkulu,” kata Fajar.

Kegiatan TPID ini diharapkan memperkuat langkah nyata pengendalian inflasi di tingkat daerah, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi serta daya beli masyarakat di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here