
Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Aktivitas di kawasan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dihentikan sementara menyusul insiden penembakan yang menyebabkan lima petani mengalami luka serius, Senin (24/11). Keputusan penghentian operasi itu disampaikan Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Dicky Sondani saat menghadiri rapat penyelesaian konflik antara PT ABS dan kelompok petani di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, Rabu (26/11).
Brigjen Dicky menyebut penghentian aktivitas terutama berlaku pada area perusahaan yang bersinggungan langsung dengan titik konflik lahan. Ia menegaskan pembentukan tim khusus lintas-instansi untuk menangani sengketa yang telah berlangsung lama tersebut.
“Kami akan membentuk tim khusus yang melibatkan seluruh instansi terkait. Selama tim bekerja sekitar satu bulan, aktivitas di sekitar PT ABS yang menjadi titik konflik akan dihentikan sementara,” ujar Brigjen Dicky.
Ia berharap mekanisme penyelesaian yang dilakukan secara terpadu ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa. Wakapolda juga menyampaikan bahwa aparat akan melakukan patroli untuk memastikan keamanan selama kawasan itu ditutup.
“Untuk menjaga situasi tetap kondusif, masyarakat juga kami minta untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi di perkebunan. Insyaallah selama tim bekerja, situasi bisa tetap terkendali,” katanya.
Klarifikasi PT ABS
Manajemen PT ABS memberikan klarifikasi terkait insiden penembakan tersebut. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa selain lima petani yang menjadi korban, seorang karyawan perusahaan bernama Ricki yang diduga sebagai pelaku penembakan juga mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam. Ricki kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Bengkulu.
Menurut informasi awal yang diterima pihak perusahaan, Ricki diduga mengalami sekitar 12 luka bacokan sebelum melepaskan tembakan saat terjadi pertikaian di area perkebunan.
Manager PT ABS Pino Raya, Suribakti Damanik, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika warga meminta penghentian alat berat yang digunakan untuk perbaikan jalan di kawasan HGU perusahaan seluas 444 hektare.
“Kami melakukan perbaikan jalan untuk mempermudah pengangkutan buah sawit yang selama ini masih menggunakan ojek,” ujar Suribakti saat memberikan keterangan di kantor PT ABS.
Ia mengatakan situasi memanas ketika sejumlah warga mendatangi alat berat dan meminta aktivitas dihentikan. Bentrokan pun tidak terhindarkan, hingga menimbulkan korban dari kedua belah pihak.
“Saya mendengar suara ledakan dan melihat Ricki berlari menghindar. Namun terkait senjata api, kami tidak mengetahui asalnya. Perusahaan tidak menyediakan senjata api, jadi kami belum mengetahui dari mana senjata itu berasal,” kata Suribakti.
Kronologi Singkat Konflik Lahan
Ketegangan bermula dari keberatan warga terhadap aktivitas perusahaan di lahan yang masih berstatus sengketa. Alat berat tetap beroperasi meski warga meminta penghentian, sehingga memicu konfrontasi yang kemudian berujung pada penembakan.
Daftar Korban dari Pihak Petani:
1. Buyung Saripudin (74), Desa Tungkal I, Pino Raya
2. Edi Susanto (61), Jln. SMA Karya
3. Edi Hermanto/Pak Bintang (49), Desa Pagar Gading, Pino Raya
4. Lin Surman (41), Desa Kembang Seri, Pino Raya
5. Suhardin (60), Desa Kembang Seri, Pino Raya
Korban dari Pihak Perusahaan:
1. Apriki Hardiarta (39), wiraswasta asal Desa Padang Manis, Kecamatan Kaur Utara
Insiden ini menjadi perhatian publik Bengkulu karena memunculkan korban dari dua pihak. Pemerintah provinsi menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan kesehatan dan kepastian hukum dalam proses penyelesaian konflik lahan tersebut.















































