
Jakarta, Spoiler.id – Komisi IV DPR RI akan memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk meminta penjelasan terkait penyebab serta dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam sepekan terakhir. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyampaikan bahwa pihaknya ingin memperoleh penjelasan pemerintah mengenai banyaknya gelondongan kayu yang terbawa arus banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Iya, Komisi IV akan rapat dengan Kemenhut perihal tersebut pada hari Kamis, 4 Desember 2025,” ujar Alex saat dihubungi, Minggu.
Alex menjelaskan bahwa ada sejumlah poin penting yang akan dibahas dalam rapat tersebut, terutama terkait kondisi dan tata kelola hutan di daerah terdampak. Beberapa di antaranya meliputi peta daerah aliran sungai (DAS) pada lokasi banjir dan longsor, data tutupan lahan setiap DAS, data kerusakan hutan dan lahan, program reboisasi dan penghijauan, serta besaran anggaran untuk rehabilitasi DAS.
Hingga Sabtu malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 303 warga meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Proses pencarian korban masih berlangsung sehingga jumlah korban dan pengungsi diperkirakan bertambah.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kehutanan nasional menyusul meningkatnya bencana hidro-meteorologi di berbagai provinsi di Sumatera. Ia menegaskan bahwa rangkaian bencana ini memperlihatkan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan lingkungan.
“Pak Presiden dalam pidatonya mengatakan penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Jadi kita akan melakukan evaluasi kebijakan,” ujar Raja Juli dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola hutan di Indonesia. “Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi,” kata Raja Juli.















































