Ketua MPR Ahmad Muzani Duga Kayu Hanyut di Sumatra Berasal dari Pembalakan Liar

0
35
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/12/2025) (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menduga gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir besar di sejumlah wilayah Sumatra berasal dari tebangan lama. Ia menilai kayu-kayu tersebut bukan hasil penebangan baru ataupun pohon yang patah akibat derasnya arus banjir.

“Kalau melihat gambar dan foto yang beredar, baik di Aceh maupun Sumatera Utara, kayu yang hanyut itu tampaknya hasil tebangan lama. Bukan kayu yang baru ditebang atau roboh karena terjangan badai,” ujar Muzani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/12).

Menurut Muzani, apabila dugaan itu benar, maka terdapat indikasi kuat praktik pembalakan liar yang tidak terkendali. Kondisi ini dinilai sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menyebabkan ratusan korban jiwa serta kerusakan meluas.

“Jika itu betul, berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali sehingga memperparah bencana ini,” katanya.

Ia meminta para pemangku kebijakan di bidang lingkungan lebih serius menangani isu pembalakan liar. Muzani menegaskan bahwa pengabaian terhadap kerusakan ekologis dapat menimbulkan bencana serupa pada masa mendatang.

“Para pemangku kebijakan lingkungan harus sangat serius memperhatikan hal ini. Jangan sampai kejadian seperti ini menimpa anak-cucu kita karena kelalaian kita sendiri. Cukup ini menjadi pelajaran terakhir,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyebut Presiden Prabowo telah menerima laporan lengkap mengenai penyebab banjir besar tersebut. “Sudah mendapat masukan yang komprehensif,” katanya.

Di media sosial, video viral memperlihatkan kayu gelondongan besar terseret banjir di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Banyak warganet mengaitkan temuan kayu tersebut dengan aktivitas deforestasi yang diduga berkontribusi pada banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, memberikan penjelasan mengenai asal kayu tersebut. Berdasarkan dugaan awal, kayu itu merupakan sisa tebangan lama yang telah lapuk dan kemudian terseret banjir. Ia menegaskan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan oleh tim Gakkum mengingat situasi bencana belum sepenuhnya selesai.

Dwi menyebut kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari area penggunaan lain (APL) yang berada di bawah pemegang hak atas tanah (PHAT).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here