
Bengkulu, Spoiler.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meresmikan layanan Digital Subtraction Angiography atau DSA dan pendampingan tindakan Clipping Aneurisma di Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus Bengkulu, Rabu (17/12/2025). Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi pelayanan kesehatan di Bumi Rafflesia agar pasien stroke tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah.

Setibanya di RSUD M. Yunus pukul 12.55 WIB, Menkes langsung meninjau kesiapan fasilitas di Gedung Bunker dan berdialog dengan tim medis mengenai pengoperasian alat pemetaan pembuluh darah otak tersebut.
Dalam keterangannya kepada media, Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya ketersediaan layanan penyakit katastropik yang cepat dan tepat di tingkat provinsi. Menurutnya, waktu adalah kunci utama dalam menangani kasus stroke maupun masalah pembuluh darah otak lainnya.
“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Bengkulu mendapatkan pelayanan medis standar tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Selama ini pasien harus dirujuk ke Palembang, yang tentu memakan waktu cukup lama. Dengan adanya alat DSA dan kemampuan tindakan Clipping Aneurisma di sini, nyawa pasien bisa diselamatkan lebih cepat,” ujar Budi Gunadi Sadikin di RSUD M. Yunus Bengkulu.
Menkes menambahkan bahwa program proctoring atau pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan tenaga medis lokal mampu melakukan prosedur kompleks secara mandiri. Ia mengapresiasi kesiapan RSUD M. Yunus yang kini telah memiliki fasilitas penunjang yang memadai untuk menangani kasus aneurisma.
“Tujuan utama kita adalah kemandirian layanan. RSUD M. Yunus sekarang harus mampu melakukan prosedur ini secara mandiri sehingga akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bengkulu meningkat signifikan,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, serta jajaran Direksi RSUD M. Yunus. Anggota Komisi IX DPR RI juga tampak hadir memberikan dukungan terhadap penguatan infrastruktur kesehatan di daerah tersebut.
Direktur RSUD M. Yunus menyatakan bahwa kehadiran teknologi DSA ini menggunakan zat kontras dan sinar-X untuk mendeteksi gangguan pembuluh darah secara mendetail. Dengan teknologi ini, risiko kematian atau kecacatan akibat stroke diharapkan dapat ditekan serendah mungkin.
Setelah menyelesaikan agenda di Kota Bengkulu, Menteri Kesehatan beserta rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 13.55 WIB untuk melanjutkan kunjungan kerja menuju Kabupaten Bengkulu Tengah guna meninjau fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.















































