Bengkulu, Spoiler.id – Wakil Gubernur Bengkulu Mian menginstruksikan seluruh sekolah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan peningkatan literasi kependudukan bagi peserta didik.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu untuk segera menyusun regulasi agar sekolah-sekolah di lingkup pemprov menjadi bagian dari Sekolah Siaga Kependudukan,” kata Mian di Bengkulu, Selasa.
Mian menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan dan dinamika kependudukan di masa depan.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika kependudukan. Program SSK ini harus diimplementasikan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Mian, setelah sejumlah sekolah jenjang SMA dan SMK mulai menjadi bagian dari pengembangan SSK, program tersebut akan diperluas hingga ke tingkat sekolah menengah pertama. Untuk itu, diperlukan sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kewenangan pengelolaan pendidikan pada jenjang tersebut.
“Tinggal lagi kita bersinergi dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengembangkannya di tingkat SLTP yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten dan kota,” kata Mian.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap implementasi Program SSK di sekolah dapat berjalan optimal melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta dukungan aktif orang tua dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari mengungkapkan cakupan Sekolah Siaga Kependudukan di Bengkulu masih tergolong rendah. Pada jenjang SMA, implementasi SSK baru mencapai 2,32 persen, SMP sebesar 0,43 persen, sedangkan pada jenjang sekolah dasar masih belum ada.
Kondisi tersebut, kata Zamhari, menjadi tantangan bersama yang menunjukkan perlunya upaya lebih masif, merata, dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam satuan pendidikan.
Ia menambahkan Program SSK merupakan salah satu strategi penting dalam menyiapkan generasi berencana sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Sekolah Siaga Kependudukan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang sadar isu kependudukan, keluarga berkualitas, serta mampu memanfaatkan bonus demografi,” ujarnya.
















































