BGN Pastikan Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Bukan Akibat Menu MBG

0
49

Jakarta, Spoiler.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan tersebut disampaikan setelah hasil uji laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan sampel makanan MBG yang diperiksa tidak mengandung bakteri E. coli maupun cemaran berbahaya seperti boraks, formalin, nitrit, arsen, dan sianida.

“Informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

BGN menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya korban serta mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.

Pendarahan otak

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami pendarahan otak. Kondisi tersebut terungkap setelah dilakukan pemindaian CT scan di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.

Sebelumnya, korban sempat mendapatkan penanganan awal di RS Lagita Ketahun dalam kondisi kesadaran menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6 yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa. Karena keterbatasan fasilitas perawatan intensif anak (PICU) di sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara.

Hasil CT scan menunjukkan adanya pendarahan otak sehingga korban kembali dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf. Korban dilaporkan meninggal dunia sekitar 12 jam setelah tindakan operasi dilakukan.

Nanik menambahkan, dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari yang sama, tidak ditemukan laporan gangguan kesehatan serupa.

“Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak,” ujarnya.

BGN menegaskan Program MBG yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan dan pengawasan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here