Pemkot Bengkulu Perketat Pengamanan di 13 Titik Rawan Geng Motor

0
66

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil langkah tegas untuk menekan maraknya aktivitas geng motor yang dinilai meresahkan masyarakat. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pemberlakuan jam malam bagi pelajar serta penguatan pengamanan di sejumlah titik rawan.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Dedy saat meninjau kondisi keamanan di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja pada malam hari.

Dalam peninjauan tersebut, terlihat personel Korps Brigade Mobil (Brimob) berjaga dengan perlengkapan lengkap dan melakukan patroli secara bergantian selama 24 jam di kawasan tersebut.

Menurut Dedy, penempatan personel Brimob di sejumlah titik strategis merupakan langkah serius untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pasukan Brimob melakukan penjagaan secara bergantian selama 24 jam di titik yang dianggap rawan. Saya juga meminta para camat, lurah, ketua RT, hingga anggota Linmas untuk berperan aktif mengawasi lingkungan masing-masing,” ujar Dedy.

Ia juga meminta aparat kewilayahan tidak ragu menegur maupun membubarkan kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam apabila berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

Selain pengamanan di lapangan, Pemerintah Kota Bengkulu juga menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Bengkulu Nomor 116/20/Tahun 2026 tentang pembatasan aktivitas malam bagi pelajar.

Melalui aturan tersebut, pelajar di Kota Bengkulu diwajibkan sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aktivitas geng motor, balap liar, maupun aksi kekerasan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Bengkulu (Polresta Bengkulu) telah memetakan sedikitnya 13 titik yang dinilai rawan menjadi lokasi berkumpulnya kelompok geng motor.

Beberapa kawasan yang masuk dalam pengawasan antara lain Danau Dendam Tak Sudah, Panorama, Bumi Ayu, Gading Cempaka, Kuala Alam, hingga sepanjang Jalan Kalimantan Raya.

Di lokasi-lokasi tersebut, patroli rutin terus ditingkatkan baik oleh aparat kepolisian maupun unsur pengamanan lingkungan guna mencegah aksi balap liar, tawuran, dan aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Selain langkah pengamanan, Pemerintah Kota Bengkulu juga mendorong pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif.

Salah satu program yang digalakkan adalah penguatan kegiatan Remaja Islam Masjid (RISMA) untuk mengarahkan aktivitas remaja ke kegiatan keagamaan dan sosial.

Melalui program tersebut, para remaja diharapkan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pengajian, kegiatan sosial, serta program kepemudaan yang membangun karakter.

Pemerintah kota juga mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.

Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di Kota Bengkulu dapat semakin kondusif serta terbebas dari aktivitas geng motor yang meresahkan warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here