Bappenas Dorong Bioindustri Bengkulu, Kawasan Pulau Baai hingga Kereta Api Diusulkan

0
12

Bengkulu, Spoiler.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menegaskan arah pembangunan Provinsi Bengkulu dalam kerangka bioindustri dan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, bupati dan wali kota, serta jajaran Bappeda di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (23/4).

Rachmat menjelaskan, pengembangan bioindustri di Bengkulu difokuskan pada hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi melalui integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir serta penguatan kemitraan petani.

“Potensi ini harus dibangkitkan dan diolah menjadi bagian dari program pembangunan. Ekonomi hijau kini menjadi perhatian global, termasuk dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan ketahanan pangan dan swasembada air menjadi prioritas melalui peningkatan produktivitas pertanian, perluasan akses asuransi usaha tani, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

Arah kebijakan pembangunan Bengkulu 2025–2026 juga mencakup pengembangan kawasan perkotaan Bengkulu dan kawasan industri Pulau Baai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Pengembangan turut diarahkan ke wilayah Manna, Bengkulu Selatan, serta sentra komoditas sawit, karet, dan kopi.

Program lainnya meliputi penguatan kawasan swasembada pangan di Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Selatan, pengembangan kawasan energi dan air di Bukit Barisan, serta afirmasi wilayah terdepan seperti Pulau Enggano. Upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Kerinci Seblat juga menjadi bagian dari prioritas.

Mewakili Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur Mian menyampaikan bahwa provinsi tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar, didukung garis pantai sepanjang 1.525 kilometer serta luas wilayah sekitar 32.225 kilometer persegi.

“Potensi sumber daya alam Bengkulu sangat besar dan menjadi modal utama pembangunan daerah,” kata Mian.

Ia merinci, sektor perkebunan mencatat produksi kopi robusta mencapai puluhan ribu ton, didukung komoditas kelapa sawit dan karet dalam skala besar. Sementara sektor perikanan memiliki potensi produksi lebih dari 160 ribu ton dengan komoditas ekspor seperti tuna, kakap, dan udang.

Di sektor energi dan mineral, Bengkulu memiliki cadangan batu bara ratusan juta ton, potensi panas bumi lebih dari 1.200 megawatt, serta potensi emas dan pasir besi.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemprov Bengkulu mengusulkan sejumlah proyek strategis, di antaranya pengembangan kawasan industri Pulau Baai yang terintegrasi dengan pelabuhan, pembangunan lanjutan jalan tol Bengkulu–Lubuklinggau, serta pengembangan sistem pengendalian banjir di Kota Bengkulu.

Usulan lain meliputi pembangunan sistem pengelolaan sampah regional, pengembangan tahap II Danau Dendam Tak Sudah sebagai kawasan pariwisata, pembangunan jaringan distribusi air minum regional, serta pembangunan embung terintegrasi di Bengkulu Utara.

Selain itu, pembangunan infrastruktur perkeretaapian juga diusulkan untuk memperkuat konektivitas regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here