Usin Sembiring Bantah Dugaan Ada Setoran Amplop Saat Sidak MBG

0
6

Bengkulu, Spoiler.id – Isu dugaan pemberian amplop kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu saat inspeksi mendadak (sidak) ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Menanggapi kabar tersebut, anggota DPRD Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa sidak dilakukan secara transparan dan tidak disertai praktik penerimaan uang dalam bentuk apa pun.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan arahan kepada pengelola dapur MBG untuk menyiapkan amplop berisi uang tunai menjelang sidak anggota dewan di sejumlah lokasi. Dugaan itu disebut berasal dari percakapan di grup WhatsApp salah satu organisasi mitra dapur MBG di Provinsi Bengkulu.

Dalam percakapan yang beredar, disebutkan adanya instruksi agar pengelola dapur menyiapkan amplop untuk pihak tertentu menjelang sidak. Bahkan, muncul dugaan bahwa pemberian tersebut diperuntukkan sebagai uang transportasi atau uang lelah bagi pihak yang melakukan pengawasan.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Sembiring, membantah keras tudingan adanya praktik setoran amplop kepada anggota dewan.

“Tidak ada satu orang pun staf atau anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang meminta bahkan menerima apa pun dalam kegiatan sidak,” kata Usin saat dikonfirmasi di Bengkulu, Selasa (26/5).

Menurut dia, sidak Komisi IV DPRD Bengkulu dilaksanakan secara terbuka dan turut melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Bengkulu, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), BPJS, hingga Tim Pengawas Halal Kementerian Agama.

Usin memastikan tidak ada uang transportasi maupun uang lelah yang diterima anggota DPRD atau staf pendamping selama kegiatan inspeksi berlangsung.

“Ini jelas fitnah dan harus dipertanggungjawabkan oleh orang yang menyampaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil sidak beserta catatan evaluasi lapangan telah disampaikan secara objektif kepada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

Lebih lanjut, Usin mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar tidak mencoba memberikan sesuatu kepada anggota DPRD dengan tujuan memengaruhi hasil pengawasan.

“Kalau mereka mau coba-coba menyogok Komisi IV, itu salah besar. Justru kami akan menilai ada sesuatu yang ingin ditutupi,” kata dia.

Menurut Usin, apabila pengelolaan dapur telah berjalan sesuai ketentuan, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk memberikan uang atau fasilitas tertentu kepada tim pengawas.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu perhatian DPRD Bengkulu guna memastikan kualitas layanan, kelayakan fasilitas, serta keamanan konsumsi bagi penerima manfaat di daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here