TNI AD Evaluasi Pengamanan Warga Sipil Usai Penembakan di Jayawijaya

0
12

Jakarta, Spoiler.id — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem pengamanan warga sipil di Papua setelah tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Penembakan terhadap tiga warga sipil tersebut terjadi saat mereka bersama rombongan mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9).

Maruli mengatakan tingginya intensitas pengejaran terhadap kelompok bersenjata membuat mereka semakin terdesak hingga diduga melakukan kekerasan secara membabi buta terhadap masyarakat.

“Jadi kelihatannya mereka malah sudah resah, jadi mulai sembarangan dia mencari korban,” kata Maruli saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Maruli juga menanggapi alasan kelompok bersenjata yang menuding ketiga korban sebagai intel pemerintah. Menurut dia, tudingan tersebut tidak berdasar karena ketiga korban merupakan pegawai pemerintah yang menjalankan tugas untuk membantu pembangunan daerah.

“Memang manusia-manusia itu ya begitu, dia selalu mencari alasan isunya. Sekarang nyerang yang sipil, di situ semua dianggap intel-lah. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” ujarnya.

Maruli mengatakan TNI terus mengevaluasi pola pengamanan di wilayah yang dinilai rawan. Sejumlah pasukan juga telah ditempatkan di lokasi-lokasi yang sebelumnya telah diantisipasi.

“Ini yang terus kita tetap evaluasi. Pasukan kita juga sudah mulai ditempatkan di tempat-tempat yang sudah kita antisipasi,” katanya.

Menurut Maruli, jajaran TNI di wilayah Papua telah melakukan pengamanan wilayah sekaligus pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata secara maksimal.

Ia memastikan pengamanan masyarakat dan pengejaran terhadap pelaku penembakan akan terus diperkuat guna menciptakan situasi yang lebih aman di Jayawijaya, Papua Pegunungan.

“Kami punya pasukan Kodim, Korem, maupun Kodam yang bisa dikerahkan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi untuk pengamanan,” ujar Maruli.

Sebelumnya, tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ditembak saat bersama rombongan mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang mengatakan penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WIT, Rabu (9/9).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka diduga ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata saat menjalankan tugas di wilayah tersebut.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here