Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026 tentang himbauan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi guna menjaga kekhusyukan ibadah serta menciptakan suasana aman dan harmonis di tengah masyarakat.
Surat edaran yang ditetapkan di Bengkulu pada 13 Februari 2026 tersebut ditujukan kepada camat, lurah, serta seluruh masyarakat Kota Bengkulu.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dalam keterangannya menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memuliakan bulan suci sekaligus memperkuat nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk bersama-sama menjaga kekhusyukan Ramadhan. Momentum ini bukan hanya meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menciptakan suasana yang kondusif,” kata Dedy.
Dalam surat edaran itu, Pemkot Bengkulu mengajak kaum muslimin dan muslimat memakmurkan masjid selama 24 jam dengan kegiatan dakwah, taklim, zikir, dan ibadah lainnya. Selain itu, laki-laki dewasa diimbau melaksanakan shalat berjamaah di masjid serta menjaga zikir pagi dan sore.
Masyarakat juga dianjurkan membaca Al Quran minimal satu juz per hari atau menghafalkannya, serta meningkatkan sedekah baik berupa uang, makanan, maupun bentuk lainnya.
Tidak hanya itu, pemilik dan pengelola rumah makan, restoran, kafe, dan warung kopi selama Ramadhan diminta untuk tidak membuka usahanya secara terbuka pada siang hari apabila melayani konsumen.
“Kami berharap para pelaku usaha dapat menyesuaikan operasionalnya sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Dedy.
Sementara itu, operasional tempat hiburan malam dibatasi mulai pukul 21.30 WIB hingga 24.00 WIB selama bulan Ramadhan.
Pemkot Bengkulu juga meminta para camat dan lurah untuk menyosialisasikan serta mengawasi pelaksanaan surat edaran tersebut di wilayah masing-masing.
Menurut Dedy, pengawasan dan partisipasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan menciptakan Bengkulu yang religius dan harmonis selama Ramadhan.
“Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat karakter masyarakat yang religius, toleran, dan saling menghormati. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bengkulu Religius dan Bahagia,” katanya.

















































