Bengkulu, Spoiler.id – Kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Agama Nasaruddin Umar ke Bengkulu pada 23–24 April 2026 akan diisi sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan sektor kopi hingga kegiatan keagamaan.
Agenda kunjungan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni bersama Rektor Universitas Bengkulu Indra Cahyadinata dan Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu Saefudin di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (22/4).
Menteri PPN/Kepala Bappenas dijadwalkan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno pada Kamis siang, kemudian melanjutkan pertemuan dengan pejabat daerah, bupati, serta jajaran Bappeda guna membahas perencanaan pembangunan daerah.
Selanjutnya, Rachmat Pambudy akan mengunjungi sejumlah situs sejarah, antara lain Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Fatmawati, dan Makam Sentot Alibasyah.
Pada malam hari, ia dijadwalkan berdialog dengan pelaku UMKM, khususnya petani dan pengrajin kopi, guna mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kopi Bengkulu.
Provinsi Bengkulu diketahui menjadi salah satu sentra produksi kopi robusta di Sumatra dengan luas lahan mencapai sekitar 85.703 hektare, tersebar di antaranya di Kabupaten Kepahiang dan Lebong. Kunjungan ini diharapkan memperkuat hilirisasi dan daya saing kopi daerah.
Pada Jumat (24/4), Menteri PPN/Kepala Bappenas dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah di kampus Universitas Bengkulu.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar akan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno pada Kamis sore dan melanjutkan agenda ke Danau Dendam Tak Sudah untuk kegiatan penebaran benih ikan serta pelepasan burung.
Pada malam harinya, Menteri Agama dijadwalkan menghadiri tabligh akbar di Masjid Raya Baitul Izzah.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan pada Jumat pagi dengan menghadiri Rapat Kerja Wilayah Kanwil Kementerian Agama Bengkulu 2026, pembinaan di Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu, serta pelaksanaan salat Jumat di Masjid At-Taqwa.
Pemerintah daerah berharap kunjungan dua menteri ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor kopi, serta memperkuat kegiatan keagamaan dan sosial di Bengkulu.

















































