SEAMEO BIOTROP Latih 30 Guru di Bengkulu, Fokus Pengelolaan Lahan Sub-Optimal Berbasis Teknologi

0
15

Bengkulu, Spoiler.id – SEAMEO BIOTROP memberikan pelatihan kepada 30 guru SMA dan SMK se-Provinsi Bengkulu terkait pengelolaan lahan sub-optimal, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi dan transfer teknologi yang terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan yang digelar di Universitas Bengkulu tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata. Ia menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kapasitas guru, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan di daerah.

Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun perlu dikelola dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Harapannya, pelatihan ini dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang bisa diterapkan guru di sekolah dan memberi dampak bagi masyarakat,” ujar Indra.

Sementara itu, Deputi Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai pemanfaatan lahan yang mengalami penurunan produktivitas. Guru diharapkan menjadi agen penyebaran pengetahuan kepada siswa maupun masyarakat.

Ia menjelaskan, lahan sub-optimal adalah lahan yang memiliki keterbatasan seperti tingkat keasaman tinggi, kadar garam berlebih, genangan air, hingga degradasi akibat aktivitas manusia sehingga membutuhkan teknologi dan perlakuan khusus agar dapat kembali produktif.

“Kategori lahan sub-optimal meliputi lahan rawa, gambut, salin, pasang surut, lahan kering masam, hingga lahan terdegradasi yang memerlukan rehabilitasi,” jelas Doni.

Melalui pelatihan ini, para peserta diperkenalkan pada berbagai metode pengelolaan lahan agar kembali produktif dan memiliki nilai ekonomi, dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi lingkungan.

Doni menambahkan, Bengkulu dipilih karena memiliki potensi lahan sub-optimal yang cukup luas untuk dikembangkan melalui pendekatan teknologi tepat guna dan pengelolaan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Bengkulu sebagai mitra akademik, yang dinilai penting dalam memperkuat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Selain fokus pada lahan sub-optimal, SEAMEO BIOTROP juga menjalankan sejumlah program unggulan lain seperti smart urban farming, circular economy, dan geopark educational model. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis teknologi.

Sepanjang 2025, SEAMEO BIOTROP telah melatih lebih dari 500 guru dari sekitar 150 sekolah di Indonesia. Pada 2026, lembaga ini menargetkan perluasan pelatihan ke sekitar 15 provinsi dengan cakupan peserta yang lebih besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here