Realisasi Anggaran Miliaran KONI Bengkulu Dipertanyakan, Surat Klarifikasi Tak Digubris?

0
13

Bengkulu, Spoiler.id – Masyarakat Analis Finansial & Investigasi Anggaran (MAFIA) mulai menyoroti penggunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2024 hingga 2025.

Sorotan tersebut muncul di tengah tuntutan publik agar pengelolaan anggaran olahraga dilakukan secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Jenderal MAFIA, Amirul Mukminin, SE menegaskan bahwa dana hibah yang bersumber dari keuangan daerah tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, melainkan uang rakyat yang wajib dikelola secara profesional dan akuntabel.

Menurut Amirul, kondisi dunia olahraga di Provinsi Bengkulu saat ini justru memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Karena itu, ia menilai penggunaan dana hibah bernilai miliaran rupiah yang dikucurkan kepada KONI harus benar-benar tepat sasaran serta memberi dampak nyata terhadap pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Publik berhak mengetahui bagaimana penggunaan dana hibah tersebut. Jangan sampai anggaran besar yang digelontorkan setiap tahun tidak sebanding dengan kondisi pembinaan olahraga maupun prestasi yang dihasilkan,” tegas Amirul dalam keterangannya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak ingin muncul dugaan negatif di tengah masyarakat akibat minimnya keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran hibah olahraga tersebut. Transparansi, menurutnya, menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penerima dana hibah pemerintah.

Amirul juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat klarifikasi dan konfirmasi kepada KONI Provinsi Bengkulu terkait penggunaan Dana Hibah Tahun Anggaran 2025. Mengenai adanya berbagai Dugaan temuan hasil audit Inspektorat. Namun hingga saat ini, kata dia, belum terdapat jawaban resmi maupun penjelasan tertulis yang diberikan kepada pihaknya.

“Kita sudah menyampaikan surat resmi terkait permintaan klarifikasi dan konfirmasi penggunaan anggaran hibah miliaran rupiah tersebut. Akan tetapi sampai sekarang belum ada jawaban resmi dari pihak KONI Provinsi Bengkulu. Kita juga segera sampaikan surat ke dua dan ke tiga. Apabila nantinya tidak juga ada tanggapan, ya kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjutinya.” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Amirul, memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana keterbukaan pengelolaan dana hibah yang selama ini digunakan untuk kegiatan olahraga di Bengkulu. Ia menilai lembaga yang menerima dana publik seharusnya responsif terhadap permintaan informasi, terlebih apabila menyangkut penggunaan anggaran daerah.

MAFIA menegaskan bahwa pemantauan terhadap penggunaan keuangan negara maupun daerah merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan terus mendalami berbagai dokumen dan penggunaan anggaran yang berkaitan dengan dana hibah KONI Provinsi Bengkulu.

Selain itu, Amirul menyebut pihaknya ingin memastikan apakah alokasi dana hibah tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan pembinaan cabang olahraga, peningkatan kualitas atlet, pelaksanaan kompetisi, hingga kebutuhan organisasi secara proporsional dan sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah cabang olahraga di Bengkulu yang dinilai masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pembinaan, fasilitas, maupun dukungan terhadap atlet daerah. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius apabila pemerintah daerah setiap tahun terus mengalokasikan anggaran hibah dalam jumlah besar.

“Jangan sampai atlet berjuang dengan keterbatasan, sementara anggaran yang dikucurkan nilainya sangat besar. Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

MAFIA menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan untuk menjustice pihak tertentu, melainkan mendorong terciptanya tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel. Mereka juga meminta seluruh pihak menghormati prinsip keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari pengawasan terhadap penggunaan uang negara.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media tetap membuka ruang kalrifikais resmi dari pihak KONI Provinsi Bengkulu guna memberikan keterangan resmi terkait surat klarifikasi dan konfirmasi yang disampaikan MAFIA mengenai penggunaan Dana Hibah Tahun Anggaran 2024-2025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here