Bengkulu, Spoiler.id – SMP Negeri 1 Kota Bengkulu meluncurkan inovasi asesmen digital ASTEROID EXAM PRO, sistem ujian berbasis Android yang dirancang untuk meningkatkan integritas pelaksanaan ujian, menekan potensi kecurangan, serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan evaluasi pembelajaran.
Inovasi tersebut mulai diterapkan secara penuh pada pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) dan Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) Tahun 2026.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Bengkulu, Mukhtarimin, mengatakan ASTEROID EXAM PRO merupakan singkatan dari Asesmen Terintegrasi Android dan Exambro Proteksi Kecurangan. Sistem ini dikembangkan sebagai jawaban atas berbagai tantangan pendidikan di era digital, seperti maraknya praktik kecurangan saat ujian, keterbatasan fasilitas laboratorium komputer, hingga tingginya penggunaan kertas dalam pelaksanaan asesmen.
“Melalui sistem ini, telepon pintar milik siswa tidak lagi menjadi sumber gangguan, tetapi berubah menjadi ruang ujian digital yang aman, tertutup, dan profesional,” kata Mukhtarimin, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, pengembangan ASTEROID EXAM PRO berpedoman pada sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah serta Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Nomor 35 Tahun 2024.
Keunggulan utama sistem tersebut terletak pada penerapan aplikasi Exambro yang mengunci perangkat selama ujian berlangsung. Dengan mekanisme itu, peserta tidak dapat mengakses browser, aplikasi pesan instan, fitur split screen, melakukan tangkapan layar, maupun merekam layar sehingga peluang terjadinya kecurangan dapat diminimalkan.
Selain memperkuat integritas pelaksanaan ujian, sistem ini juga mempercepat proses penilaian hasil belajar.
“Jika sebelumnya guru membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari untuk mengoreksi hasil ujian secara manual, kini nilai beserta analisis butir soal dapat diperoleh secara otomatis sesaat setelah peserta menyelesaikan ujian,” ujarnya.
Dari sisi efisiensi, penerapan ASTEROID EXAM PRO mampu memangkas biaya operasional asesmen hingga 80–90 persen setiap semester karena sekolah tidak lagi bergantung pada pencetakan naskah soal maupun lembar jawaban dalam jumlah besar.
Mukhtarimin menambahkan, inovasi tersebut juga sejalan dengan program Green Government Pemerintah Kota Bengkulu melalui pengurangan penggunaan kertas yang berdampak pada berkurangnya limbah dan mendukung pelestarian lingkungan.
Menurutnya, manfaat sistem tidak hanya dirasakan oleh sekolah, tetapi juga pemerintah daerah, guru, dan peserta didik. Pemerintah memperoleh data pendidikan yang lebih akurat untuk mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah, sementara guru terbantu dalam mengurangi beban administrasi serta memperoleh hasil evaluasi secara cepat dan akurat.
Bagi peserta didik, sistem ini diharapkan menciptakan pelaksanaan ujian yang lebih objektif, adil, dan mendorong peningkatan literasi digital.
Penerapan ASTEROID EXAM PRO juga menjadikan SMP Negeri 1 Kota Bengkulu sebagai salah satu pelopor pelaksanaan ujian digital berintegritas di Kota Bengkulu sekaligus memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan.
“Dengan inovasi ini, kami ingin memastikan hasil penilaian benar-benar valid, objektif, dan mencerminkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Kami berharap lulusan SMPN 1 Kota Bengkulu tumbuh menjadi generasi yang jujur, berintegritas, dan kompeten,” kata Mukhtarimin.
















































