Jakarta, Spoiler.id – Partai Gerindra masih menempati posisi teratas dalam daftar elektabilitas partai politik, sementara Partai Amanat Nasional (PAN) mulai masuk jajaran partai dengan elektabilitas besar berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).
Survei nasional IPO yang dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 mencatat elektabilitas Partai Gerindra mencapai 17,5 persen. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan (PDIP) dengan elektabilitas 12,8 persen.
Partai Golkar berada di posisi berikutnya dengan 10,4 persen, disusul Partai Demokrat 8,1 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 7 persen.
Sementara itu, PAN mencatat elektabilitas 5,1 persen dan masuk dalam jajaran partai politik dengan elektabilitas di atas lima persen.
Setelah PAN, terdapat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4,6 persen, Partai NasDem 4,4 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 1,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, serta Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Gerindra sebagai partai penguasa turut memberikan pengaruh terhadap peningkatan elektabilitas partai tersebut.
“Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDIP,” ujar Dedi melalui siaran pers yang dikutip Senin (10/8/2026).
Zulkifli Hasan Masuk Bursa Capres 2029
Seiring dengan peningkatan elektabilitas PAN, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas juga masuk dalam daftar tokoh politik yang dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
Dalam survei elektabilitas calon presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,4 persen.
Prabowo diikuti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 21,7 persen dan Anies Baswedan 11,5 persen.
Selanjutnya terdapat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen, serta Sherly Tjoanda 2,1 persen.
Nama lainnya yang masuk dalam survei yakni Mahfud MD dengan 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen dan Zulkifli Hasan 1 persen.
Survei IPO dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling.
Pengumpulan data berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar plus-minus 2,9 persen.
Hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai peta elektabilitas partai politik sekaligus tingkat keterpilihan sejumlah tokoh yang mulai diperhitungkan dalam bursa calon presiden menuju Pemilu 2029.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026
















































