Bengkulu, Spoiler.id – Sebanyak 21 rumah di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, hangus terbakar dalam kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu Yuliansyah mengatakan laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112. Petugas kemudian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Informasi awal kami terima melalui laporan 112. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Yuliansyah di Bengkulu, Rabu.
Berdasarkan informasi sementara, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Kondisi permukiman yang rapat membuat proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.
Yuliansyah mengatakan akses menuju titik api cukup sulit dilalui kendaraan pemadam karena jarak antarbangunan yang berdekatan. Selain itu, banyaknya warga yang berada di lokasi turut menghambat pergerakan petugas.
“Kondisi di sini sangat padat. Unit kami cukup sulit masuk ke lokasi, ditambah masyarakat juga ramai berusaha menyelamatkan barang-barang,” ujarnya.
Hingga saat ini, Damkarmat Kota Bengkulu masih melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya korban serta jumlah kerugian material akibat kebakaran tersebut.
Yuliansyah mengimbau masyarakat tidak berkerumun di sekitar lokasi selama proses pemadaman berlangsung. Menurut dia, warga perlu memberikan ruang kepada petugas agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara optimal.
“Masyarakat kami imbau tidak berkerumun di sekitar lokasi karena bisa menghambat petugas dalam melakukan pemadaman,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga.
“Yang paling penting masyarakat harus waspada, instalasi listrik harus diperhatikan, begitu juga dengan peralatan rumah tangga yang bisa menjadi sumber kebakaran,” ujar Dedy.
Ia meminta warga secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, mulai dari kabel, stop kontak hingga sambungan listrik yang digunakan sehari-hari.
Masyarakat juga diminta menggunakan peralatan elektronik dan perangkat yang menghasilkan panas sesuai kebutuhan serta tidak meninggalkannya dalam kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, sekaligus pentingnya memastikan akses bagi kendaraan pemadam tetap tersedia di lingkungan permukiman.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































