Ketua DPD RI Minta Dukungan Fiskal untuk Daerah Terdampak Gempa NTT

0
13

Jakarta, Spoiler.id – Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta pemerintah pusat memberikan dukungan fiskal kepada pemerintah daerah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemulihan fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Sultan mengatakan pemerintah daerah merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat sehingga membutuhkan tambahan anggaran untuk menangani dampak bencana.

“Yang patut diperhatikan adalah bahwa bencana gempa bumi ini masih berlangsung dengan skala yang lebih kecil dari sebelumnya,” kata Sultan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Sultan menyampaikan keprihatinan dan dukacita kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan evakuasi, pendataan korban, serta menginventarisasi kerusakan infrastruktur dan bangunan.

Menurut dia, dukungan anggaran dari pemerintah pusat diperlukan agar pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus memulihkan fasilitas publik.

Sultan mengatakan DPD RI turut berkoordinasi dalam membantu penanganan bencana gempa di NTT. Empat anggota DPD RI dari daerah pemilihan NTT telah turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores.

“Saat ini empat anggota DPD RI asal NTT sedang berkoordinasi dan meninjau secara langsung di wilayah Pulau Flores bagian utara. Seperti biasa, DPD RI secara kelembagaan akan memberikan bantuan bencana kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, BNPB mencatat sebanyak 9.290 warga masih berada di sejumlah lokasi pengungsian setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga Minggu pukul 00.00 WIB.

Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 warga mengungsi di GOR Samador, sedangkan sekitar 2.000 warga lainnya mengungsi secara mandiri di 10 lokasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian diperkirakan masih berlangsung seiring proses penanganan dampak gempa dan pemulihan wilayah terdampak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here