Bengkulu, Spoiler.id — Pemerintah Kota Bengkulu menyebutkan sekitar 40 dari 80 sekolah dasar (SD) di daerah itu telah menerapkan muatan lokal bahasa daerah dalam pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Ilham Putra mengatakan penerapan muatan lokal bahasa daerah juga telah dilakukan di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP).
“Untuk SD dari total 80 sekolah, sekitar 40 sekolah telah menerapkan muatan lokal, sedangkan untuk tingkat SMP ada beberapa sekolah yang telah menerapkan muatan lokal bahasa daerah tersebut,” kata Ilham Putra di Bengkulu, Sabtu.
Menurut dia, penerapan muatan lokal bahasa daerah merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah, seperti bahasa Bengkulu, Serawai, dan Rejang.
Selain melestarikan bahasa daerah, program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan siswa terhadap bahasa serta budaya lokal di Provinsi Bengkulu.
Ilham menjelaskan penerapan muatan lokal dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan guru yang mengajar di masing-masing sekolah.
“Saat ini terdapat puluhan sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menetapkan muatan lokal bahasa daerah dengan mengutamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” ujarnya.
Ia mengakui pelaksanaan muatan lokal bahasa daerah di sejumlah sekolah masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan bahasa daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Dikbud Kota Bengkulu mendorong guru yang berasal dari daerah dan menguasai bahasa lokal, seperti Melayu khas Bengkulu dan Serawai, untuk mengajarkan muatan lokal kepada siswa SD dan SMP.
Pemkot Bengkulu menargetkan muatan lokal bahasa daerah dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan, khususnya mulai tahun ajaran 2026/2027.
Ilham mengatakan penerapan muatan lokal bahasa daerah secara menyeluruh di tingkat SD dan SMP di Kota Bengkulu diharapkan dapat membentuk generasi yang mencintai dan bangga terhadap budaya lokal.
“Selain itu, menjadi salah satu upaya pemerintah melestarikan bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman di Kota Bengkulu,” katanya.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































