Komdigi Ungkap Sinyal Terakhir Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

0
16

Jakarta, Spoiler.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan pelacakan sinyal telepon seluler untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Komdigi telah berkoordinasi dengan sejumlah operator seluler untuk mendeteksi sinyal dari menara base transceiver station (BTS) di sekitar wilayah pencarian.

“Kita sudah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di wilayah Banten maupun Lampung,” kata Nezar di Posko SAR, Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Selain berkoordinasi dengan operator seluler, pemantauan dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio untuk mengetahui kemungkinan adanya sinyal yang tertangkap di sekitar wilayah yang menjadi fokus pencarian.

Nezar mengatakan Pulau Sebesi menjadi titik kontak terakhir yang terdeteksi berdasarkan data telekomunikasi yang diterima Komdigi. Informasi tersebut telah disampaikan kepada Tim SAR Gabungan untuk menjadi salah satu bahan dalam proses pencarian.

“Kontak terakhir di Pulau Sebesi, sinyal dipancarkan terdeteksi di pulau itu dan sudah disampaikan Tim SAR. Data itu menjadi data penting,” ujarnya.

Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran terhadap delapan orang yang berada di dalam kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan kapal berdasarkan hasil pengolahan data oleh Tim SAR.

“Kita terus memantau, mencari, berdoa agar proses pencarian diberikan kekuatan dan segera ditemukan delapan orang,” kata Nezar.

Pencarian melalui udara juga tetap dilakukan meskipun terkendala kondisi cuaca. Nezar mengatakan helikopter yang dikerahkan sempat menghadapi kabut dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer.

“Heli sudah terbang, tapi ada kabut sehingga jarak pandang rendah. Namun demikian tetap terus dilakukan pencarian di titik-titik yang diduga disinggahi atau dilintasi kapal yang sedang dicari,” ujarnya.

Nezar mengimbau masyarakat untuk mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Tim SAR terkait perkembangan operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak tersebut.

“Sebaiknya informasi yang diterima adalah informasi resmi dari tim SAR,” katanya.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula saat rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan tersebut diketahui menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. Namun, kapal yang mereka tumpangi kemudian hilang kontak.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima pewarta foto, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya di dalam kapal, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here