Jakarta,spoiler.id – Aktivis jurnalisme warga, Iwan Piliang, mendorong pemerintah untuk segera turun tangan menangani gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menerpa industri media.
Ia menilai negara perlu menyediakan infrastruktur pendukung bagi keberlangsungan media nasional, termasuk dengan membangun pusat data (server) di dalam negeri.
“Selama kita masih bergantung pada server milik asing, berarti kita juga tergantung pada sistem mereka. Hal ini sudah terlihat di platform media sosial, di mana para pembuat konten hanya memperoleh porsi kecil, sekitar 15 persen,” ujar Iwan, Minggu (18/5/2025).
Ia menambahkan bahwa lonjakan PHK di dunia media merupakan dampak dari revolusi teknologi yang terjadi begitu cepat.
“Perubahan terjadi sangat cepat, Laksana perbankan. Saya menduga ke depannya, setiap individu akan menjadi bank bagi dirinya sendiri melalui perangkat digital, dengan dukungan aset nyata sebagai dasar,” tuturnya.
Kondisi pelik industri media tercermin dari data Dewan Pers yang mencatat sekitar 1.200 pekerja media, termasuk jurnalis, kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2023 hingga 2024.
Baru-baru ini, setidaknya tujuh perusahaan media skala nasional tercatat melakukan PHK massal sebagai bagian dari langkah efisiensi hingga awal Mei 2025.
Iwan pun menekankan pentingnya peran negara dalam melindungi ekosistem media dari dominasi teknologi asing.
“Negara tidak bisa hanya diam dan membiarkan pengaruh asing masuk tanpa batas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa perkembangan media saat ini telah melampaui era konvergensi, namun banyak media arus utama belum menyadarinya.
“Kita sebenarnya sudah berada jauh di depan dalam hal transformasi media, tapi media konvensional belum sepenuhnya sadar akan lompatan ini,” pungkas Iwan.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































