Program Pohon Asuh Beri Rp2,8 Juta Beasiswa untuk 28 Siswa SD di Bengkulu Selatan

0
96
Anak-Anak SD di Bengkulu Selatan Dapat Beasiswa dari Program Pohon Asuh. (Foto: Agusian/Spoiler.id)

Bengkulu Selatan, Spoiler.id — Sebanyak 28 siswa SD Negeri 115 Desa Air Tenam, Kecamatan Ulu Manna, Bengkulu Selatan menerima beasiswa pendidikan senilai total Rp2,8 juta berkat peran aktif mereka dalam menjaga hutan melalui Program Pohon Asuh.

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Ketua Pengelola Pohon Asuh Desa Air Tenam, Dedeng Setiawan, didampingi Kepala Desa Miki Aleksanders dan Ketua BPD Bakran, pada Selasa (5/8). Momen haru pun menyelimuti sekolah dasar tersebut saat bantuan pendidikan itu diberikan kepada anak-anak dan disaksikan oleh para guru.

“Kami sangat berterima kasih kepada pengurus Program Pohon Asuh. Tidak menyangka, dari sekolah terpencil seperti ini, anak-anak kami bisa mendapat beasiswa hasil dari menjaga pohon,” ungkap Yusi Agustiana, salah satu guru di SDN 115 Air Tenam.

Kepala Desa Miki Aleksanders menjelaskan, Program Pohon Asuh tidak hanya berdampak pada konservasi lingkungan, namun juga menumbuhkan kebanggaan terhadap hutan di kalangan generasi muda desa. Ia menekankan bahwa menjaga pohon berarti menjaga keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah perbukitan curam tersebut.

“Desa kami dilintasi Sungai Manna. Menjaga tegakan pohon berarti menjaga stabilitas debit air sungai dan menghindarkan kami dari potensi bencana ekologi,” katanya.

Miki juga mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Air Tenam sejak lama telah mengelola hutan melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) sebagai bagian dari program perhutanan sosial. Di zona lindung kedua skema itu, warga berkomitmen mempertahankan tegakan pohon sebagai bentuk tanggung jawab ekologis.

Sementara itu, Koordinator Program Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Emmy Primadona menyebutkan, Program Pohon Asuh yang dirintis sejak 2020 merupakan inovasi konservasi berbasis manfaat ekonomi tanpa harus menebang pohon.

“Saat ini ada 430 pohon yang dikelola dengan hasil mencapai Rp81,25 juta. Dana ini disalurkan secara bertahap ke masyarakat, salah satunya untuk beasiswa anak-anak,” kata Emmy.

Dana hasil pengelolaan juga digunakan untuk kegiatan patroli hutan, pemasangan label pada pohon, serta mendukung aktivitas kelompok pengelola HKm dan HTR.

Emmy menambahkan, bersama platform Jejak.in, KKI Warsi juga mengembangkan program Baby Tree untuk menanam kembali kawasan hutan dengan pohon bernilai ekonomi seperti durian, petai, jengkol, dan pinang.

“Dari desa kecil di perbatasan ini, Air Tenam memberi contoh besar bahwa menjaga pohon bukan hanya soal melestarikan alam, tapi juga menanam masa depan bagi anak-anaknya,” ujar Emmy menutup.

Pewarta: Agusian
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here